Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Hujan Abu Gunung Lewotobi

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 16:18 WIB | Oleh:
Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Hujan Abu Gunung Lewotobi Doc: ANTARA/Gregorio J Gilbert
Ket. Warga berjalan dengan mengenakan masker saat Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi di Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT.

KUPANG -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan.

"Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki agar memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," kata Petugas Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki- Laki M Nurjansyah Dwi Laksona dalam laporan aktivitas gunung api yang diterima di Kupang, Minggu.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi pada Minggu pukul 09.23 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak.

PVMBG melaporkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dan durasi sekitar satu menit 44 detik.

Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki masih berstatus Level III atau Siaga. Selain mengimbau penggunaan masker, PVMBG meminta masyarakat, wisatawan, dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

PVMBG turut mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, maupun dengan PVMBG di Bandung guna memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Erupsi dengan kolom abu setinggi 1.500 meter di puncak gunung dalam beberapa hari terakhir sering terjadi. Hal ini menunjukjan intensitas erupsi gunung tersebut dalam beberapa hari ini semakin meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.