Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Tren Kasus DBD di Jakarta Barat Meningkat, Warga Diminta Rutin Berantas Sarang Nyamuk

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada! Tren Kasus DBD di Jakarta Barat Meningkat, Warga Diminta Rutin Berantas Sarang Nyamuk Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Warga keluar dari rumah mereka saat pengasapan atau fogging di Duri Kepa, Jakarta Barat.

JAKARTA - Tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Barat menunjukkan peningkatan pada Oktober sampai dengan Desember 2025.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna saat dihubungi di Jakarta, Senin (19/1), merinci, pada Oktober 2025 tercatat 160 kasus, November 161 kasus dan Desember meningkat menjadi 163 kasus.

“Sementara untuk Januari 2026 hingga 15 Januari pukul 16.00 WIB, tercatat 19 kasus DBD di Jakarta Barat,” katanya.

Ia menyampaikan, untuk periode tanggal 1 hingga 15 Januari 2026, kasus terbanyak berada di Kebon Jeruk dengan tujuh kasus, yang kemudian disusul empat kasus dari Kembangan.

“Untuk di Kalideres tiga kasus, Tambora dua kasus, serta masing-masing saru kasus di Taman Sari, Grogol Petamburan, dan Cengkareng. Sementara di Palmerah dilaporkan nihil kasus DBD,” katanya.

Ia menyebutkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim pada Januari 2026 mendukung perkembangan nyamuk aedes aegypti.

“Kelembaban udara diperkirakan mencapai 82 persen, berada dalam rentang kelembaban optimum nyamuk yakni 71–83 persen, dengan suhu berkisar 24 hingga 31 derajat Celsius,” katanya.

Ia menambahkan, upaya pengendalian DBD terus dilakukan melalui pemantauan vektor atau jentik nyamuk dengan mengutamakan peran serta masyarakat.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tetap rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah penyebaran DBD.

“Untuk mencegah penyebarannya, kami tetap melaksanakan PSN di semua tatanan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.