Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BPOM Sebut Jamu Punya Potensi Besar dan Didukung Bukti Sejarah

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 21:15 WIB | Oleh:
Kepala BPOM Sebut Jamu Punya Potensi Besar dan Didukung Bukti Sejarah Doc: RRI/Eliana Zahra
Ket. Kepala BPOM Taruna Ikrar

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan jamu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan pada masa mendatang. Menurut dia, penggunaan jamu juga didukung bukti sejarah panjang pengobatan berbasis herbal di Indonesia.

Taruna menyampaikan hal itu pada puncak Pekan Hari Jamu Nasional di Jakarta, Minggu (7/6). Menurut dia, jamu merupakan kekayaan Indonesia yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

"Selain itu, berdasarkan saintifik 31 ribu tahun yang lalu, Indonesia telah melakukan apa yang disebut dengan surgery. Dan tentu pada saat itu obat-obatannya adalah jamu-jamuan atau herbal di Indonesia," ujar Taruna.

Menurut Taruna, bukti tersebut menunjukkan Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa dalam bidang pengobatan tradisional. Potensi jamu juga dinilai sangat besar bagi kesehatan masyarakat.

"Dan ini merupakan, sudah dibuktikan sejak puluhan ribu tahun yang lalu, Indonesia memiliki sebuah kekayaan yang luar biasa. Selanjutnya, kita saksikan bahwa pentingnya jamu-jamuan ataupun obat asli Indonesia ini punya potensi yang sangat besar," kata Taruna.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Jony Yuwono, mengajak seluruh pihak ikut melestarikan jamu. Menurutnya, para penjual jamu gendong memiliki peran penting menjaga warisan budaya bangsa.

Jony mengatakan para penjual jamu gendong bukan sekadar menjajakan minuman tradisional kepada masyarakat. Mereka juga menjaga identitas budaya Indonesia melalui tradisi yang terus dipertahankan hingga kini.

"Mereka bukan hanya sebagai penjaja minuman. Mereka juga merupakan penjaga identitas bangsa yang harus terus kita dukung," ujar Jony.

Jony mendorong pengembangan jamu dalam berbagai bentuk yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat modern. Menurutnya, jamu tidak harus selalu dipasarkan dalam kemasan botol seperti selama ini.

Ia menyebut produk jamu dapat dikembangkan dalam bentuk saset, tablet, maupun kosmetik. Menurutnya, jamu diharapkan dapat dikenal hingga ke berbagai daerah dan dunia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Nasional
BMKG Peringatkan Potensi Ge...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.