Bapanas Kawal Kesepakatan Serap Telur Peternak Jatim, SPPG Gunakan Menu Telur Minimal 3 Kali Sepekan
📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 11:55 WIB | Oleh: Tim RedaksiTengku mengatakan, berdasarkan simulasi sementara, penggunaan menu telur 3 kali seminggu pada SPPG di Jawa Timur diharapkan dapat memberi stimulus stabilisasi sekitar 8 sampai 10 persen. Karena itu, BGN mendorong Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya dan KPPG Jember bersama jajaran di daerah memastikan menu telur dapat masuk dalam pelaksanaan MBG.
“Kebijakan dari BGN sementara seminggu tiga kali menu telur. Dan simulasinya, alhamdulillah, 8 sampai 10 persen kita bisa intervensi untuk stabilisasi harga yang anjlok,” ujarnya.
Selain untuk peserta didik, BGN juga menekankan kewajiban SPPG melayani penerima manfaat kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, minimal 300 porsi. Pemanfaatan telur sebagai sumber protein dinilai dapat menjadi bagian dari variasi menu bergizi bagi kelompok penerima manfaat tersebut.
Pada tahap tindak lanjut, Pemprov Jawa Timur dan BGN akan memetakan pembagian SPPG aktif dengan koperasi/asosiasi peternak yang menjadi pemasok telur. Pertimbangan lokasi dan jarak antara SPPG dengan koperasi/asosiasi akan menjadi faktor utama agar distribusi lebih efisien dan kualitas telur tetap terjaga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Koperasi/asosiasi peternak terdekat akan diprioritaskan untuk memasok SPPG di wilayah masing-masing, terutama yang menaungi peternak skala mikro dan kecil. Sementara peternak skala menengah ke atas diimbau memperluas pasokan ke luar wilayah Jawa Timur, sehingga prinsip berkeadilan dapat tercapai.
Bapanas turut mendorong agar kesepakatan tersebut diikuti penguatan pengawasan. Satgas Pangan Daerah bersama BGN dan seluruh pemangku kepentingan diminta melakukan pemantauan dan evaluasi berkala, serta melaporkan apabila terjadi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan kesepakatan.
Di sisi lain, Bapanas juga memastikan dukungan dari sisi hulu terus dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Pada 2026, alokasi nasional SPHP jagung pakan mencapai 223 ribu ton, dengan sekitar 122 ribu ton atau hampir 60 persen dialokasikan untuk Jawa Timur.
Sebaiknya Anda baca juga:
“SPHP jagung pakan ini mudah-mudahan bisa membantu peternak, terutama peternak mikro kecil, mendapatkan jagung Rp5.000 di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 di tingkat peternak,” tutur Maino.
Pemerintah menilai stabilisasi telur ayam ras di Jawa Timur sangat strategis karena provinsi ini merupakan salah satu sentra utama produksi telur nasional. Dengan sinergi Bapanas, BGN, Pemprov Jawa Timur, Kementerian Pertanian, Satgas Pangan, SPPG, serta asosiasi/koperasi peternak, penyerapan telur diharapkan dapat berjalan lebih terarah, berkeadilan, dan memberi nilai ekonomi yang wajar bagi peternak rakyat
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!