Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Terus Merosot Seiring Data NPI Tak Sesuai Ekspektasi Pasar

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Terus Merosot Seiring Data NPI Tak Sesuai Ekspektasi Pasar Doc: ANTARA
Ket. Nasabah melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Jumat (5/6) pagi bergerak melemah 17 poin atau 0,09 persen menjadi Rp18.066 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.049 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan pelemahan rupiah dipicu data neraca perdagangan Indonesia (NPI) yang tak sesuai ekspektasi pasar.

“Sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah berasal dari sisi domestik, terutama setelah data neraca perdagangan Indonesia yang dirilis pada 2 Juni 2026 menunjukkan perdagangan April 2026 hanya mencapai 0,09 miliar dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,32 miliar dolar AS dan di bawah ekspektasi pasar,” katanya di Jakarta, Jumat.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan berkurangnya pasokan devisa dari aktivitas perdagangan luar negeri, sehingga memberikan tekanan terhadap rupiah.

Melihat sisi eksternal, lanjutnya, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh kuatnya dolar AS di tengah tingginya ketidakpastian global dan masih menariknya aset berbasis dolar.

Selain itu, kekhawatiran investor terhadap independensi Bank Indonesia pasca pengesahan regulasi yang memperluas peran bank sentral dianggap menambah kehati-hatian pelaku pasar terhadap aset Indonesia.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia disebut perlu melanjutkan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valas, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar obligasi secara terukur serta memastikan kecukupan likuiditas valuta asing.

“Sementara itu, pemerintah perlu memperkuat kepercayaan investor melalui konsistensi kebijakan ekonomi, menjaga kredibilitas fiskal, serta mendorong optimalisasi devisa hasil ekspor agar pasokan valas di dalam negeri tetap terjaga,” ungkap Amru.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan masih berada dalam tekanan pada kisaran Rp18.000 - Rp18.110 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.