Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN EPI Targetkan Pengembangan BioCNG Berbasis Limbah Sawit Tahun Ini

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLN EPI Targetkan Pengembangan BioCNG Berbasis Limbah Sawit Tahun Ini Doc: ANTARA
Ket. Komisaris PT KIS Biofuels Indonesia Yasmine Surachman menjadi pemateri dalam Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).

MEDAN - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit dalam diversifikasi energi hijau melalui kontrak kerja sama yang terjalin tahun ini.

"PLN EPI itu kan, kita investasi bekerja sama pemilik konsesi perkebunan sawit. Limbahnya, seperti POME (Palm Oil Mill Effluent) kita olah bersama menghasilkan biometana. Biometana itu, bisa diolah menjadi Bio-CNG untuk pembangkit listrik," ucap Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir usai menghadiri Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia, di Medan, Sumatera Utara, Kamis.

Ia mengatakan, sedang menggaet ratusan pabrik kelapa sawit (PKS) di Sumatera Utara karena sudah memiliki mitra teknologi dan sisi keuangan transisi energi bersih.

Bio-CNG ini akan dimanfaatkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara yang memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW, di antaranya berkontribusi sebesar 30 persen di sistem Sumatera bagian utara.

"Kita berharap bisa disambut baik oleh pemain-pemain PKS di Sumatera Utara yang notabene banyak sekali," ungkapnya.

Hokkop mengaku, hingga kini telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia sebagai pelopor dan pengembang teknologi energi bersih terbarukan yang mengubah limbah kelapa sawit menjadi Bio-CNG.

PT KIS Biofuels Indonesia ini telah mengolah sendiri limbah cair kelapa sawit berwarna gelap yang mengandung senyawa organik, dan jika tidak diolah bisa berubah menjadi gas metana.

"Tapi kita sama PT KIS karena dia sudah bikin pengolahan sendiri, jadi kita beli Bio-CNG. Lalu kita distribusikan ke pembangkit kita di Belawan," jelas Hokkop.

Namun, dia juga menyebutkan, bahwa kerja sama ini belum termasuk dengan pabrik kelapa sawit mengingat di Sumatera Utara memiliki potensi yang besar.

"Ini belum sama PKS. Justru setelah diseminasi ini, kita melakukan kerja sama-kerja sama bersama PKS di Sumatera Utara harapannya," tutur dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023, terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sumatera Utara, di antaranya memiliki fasilitas pengolahan sebanyak 237 pabrik kelapa sawit.

"Kalau hitung-hitungan kita katakan misalnya di tahun setelah diterapkan angkanya sangat besar," kata Hokkop.

Pemerintah Indonesia mengejar kemandirian energi nasional, salah satunya dengan instrumen energi terbarukan untuk merespons situasi geopolitik global yang tidak menentu.

"Situasi geopolitik saat ini yang semakin rumit akibat perang Iran, Israel dan Amerika Serikat, memengaruhi pemenuhan kebutuhan energi kita," ucap Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (25/5).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Keracunan 448 Bukan Angka K...
Luar Negeri
Iran Bakal Makin Terkucil, ...
Megapolitan
Integritas Tata Kelola Pemk...

Rupiah Masih Rawan - 2 September 2026

3 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 2 Sept...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.