Pemerintah Perlu Fokus Percepat Transisi Energi
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiDi sisi lain, kajian Institute for Essential Services Reform (IESR) menunjukkan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki potensi EBT sebesar 10,21 GW, dengan 8,64 GW atau sekitar 84,53 persen berasal dari tenaga surya.
Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, menilai potensi tersebut mampu mendukung kebutuhan listrik berbasis energi bersih hingga 100 persen di Pulau Sumbawa.
“Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pembangunan 100 gigawatt energi surya di sekitar 80 ribu desa. Kami melihat itu sebagai momentum bagi daerah untuk berkontribusi dalam pencapaian target nasional,” ujarnya.
Menurut Fabby, potensi energi surya tersebut dapat menjadi modal penting bagi NTB dalam mempercepat transisi energi dan mencapai target emisi nol bersih pada 2050.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut positif dukungan IESR dalam penyusunan peta jalan Emisi Nol Bersih 2050.
“NTB memiliki peluang besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja energi terbarukan, baik di dalam negeri maupun pasar internasional,” kata Iqbal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!