Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indef: Saat Rupiah Tertekan, LCT dan Ekspor Jadi Tameng Ekonomi

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pelaku industri disarankan tidak terjebak dalam perang harga, melainkan fokus meningkatkan nilai tambah produk melalui kualitas, garansi, maupun layanan purna jual.

“Alih-alih melakukan perang harga, fokuslah pada peningkatan nilai tambah produk seperti kualitas, garansi, dan layanan purna jual agar konsumen tetap loyal meskipun harga disesuaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Esther menekankan bahwa efisiensi dan otomatisasi menjadi faktor penting untuk memperkuat daya tahan industri dalam menghadapi gejolak nilai tukar.

Perusahaan perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur pengeluaran dan mengarahkan investasi pada teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional jangka panjang.

“Evaluasi pengeluaran secara menyeluruh dan investasikan dana pada otomatisasi proses bisnis untuk menekan biaya operasional atau overhead dalam jangka panjang,” kata Esther.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

ASEAN

Persaingan di LTS Bayangi Pertemuan Asean

58 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Persaingan di LTS Bayangi P...
Rona
Mediterania: Laut yang Memb...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.