Harga Telur Jatuh, Pemerintah Siapkan Skema Penyerapan Lewat Bantuan Pangan
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong telur ayam menjadi salah satu komoditas dalam program bantuan pangan pemerintah untuk membantu menyerap produksi peternak saat harga mengalami penurunan.
Menurut Sudaryono, langkah tersebut menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus melindungi peternak dari tekanan harga yang terlalu rendah.
"Antisipasinya sebetulnya enggak susah. Yang pertama adalah bantuan pangan itu nanti kan tidak hanya beras sama minyak goreng. Salah satunya misalnya daging ayam atau mungkin telur yang lagi jatuh," kata Sudaryono di Jakarta, Jumat (5/6).
Dia menekankan hal itu ketika awak media mengkonfirmasi mengenai harga telur ayam yang anjlok di tingkat peternak di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Akibatnya para peternak melakukan aksi unjuk rasa hingga membagikan secara gratis 1 juta butir telur ke masyarakat secara gratis. Aksi itu dilakukan dalam unjuk rasa pada Senin (1/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Atas kondisi itu, Wamentan mendorong agar bantuan pangan ke depan tidak hanya berisi beras dan minyak goreng, tetapi dapat mencakup komoditas pangan lain sesuai kebutuhan stabilisasi pasar salah satunya telur ayam ras.
Telur ayam menjadi salah satu komoditas yang dinilai layak masuk dalam program tersebut mengingat perannya sebagai sumber protein sekaligus produk yang rentan mengalami fluktuasi harga.
Lebih lanjut dia mengatakan pemerintah saat ini juga terus menyelesaikan berbagai aspek regulasi agar skema penyerapan komoditas melalui bantuan pangan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain bantuan pangan, Wamentan menuturkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memiliki peran strategis sebagai instrumen negara dalam mendukung stabilisasi harga berbagai komoditas pangan nasional.
Menurut Sudaryono, program pemenuhan gizi yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dapat menjadi sarana penyerapan hasil produksi peternak ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan.
Ia mencontohkan telur yang sedang mengalami harga rendah dapat diserap melalui program makanan bergizi sehingga kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi sekaligus membantu menjaga harga produsen.
Langkah tersebut dinilai mampu menciptakan manfaat ganda karena mendukung program peningkatan gizi sekaligus menjadi instrumen stabilisasi pasar di sentra produksi telur nasional.
Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengawal agar produksi telur peternak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, terserap optimal melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan harga yang baik sehingga menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan pihaknya mendapat arahan dari Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk turun langsung ke Blitar guna memantau perkembangan kondisi peternak telur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!