Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wayang Kulit Jadi Media Dakwah dan Pendidikan Karakter dalam Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wayang Kulit Jadi Media Dakwah dan Pendidikan Karakter dalam Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo Doc: Antara
Ket. Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal menyerahkan wayang kepada dalang Ki Bayu Aji sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Lapangan Hijau PMDG, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (6/6).

Ponorogo, Jawa Timur - Gelaran wayang kulit dalam rangka peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (6/6) malam hingga Minggu (7/6) dini hari, menjadi sarana dakwah dan pendidikan karakter bagi para santri dan masyarakat umum yang turut hadir dalam gelaran itu.

Lebih dari 4 ribu santri, guru, dan masyarakat memadati Lapangan Hijau Gontor serta mengikuti pertunjukan purna pada Minggu pagi.

Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, mengatakan, wayang kulit telah lama menjadi bagian dari tradisi peringatan besar di Gontor.

Menurutnya, seni pewayangan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan dan pelajaran kehidupan.

"Wayang kulit menjadi sarana mendidik santri agar mampu bergaul dengan siapa saja meski berbeda bahasa dan latar belakang," kata Hasan Abdullah.

Pagelaran tersebut menghadirkan dalang Ki Bayu Aji dari Surakarta, Jawa Tengah, dengan lakon Parikesit Dadi Ratu.

Pertunjukan mengusung tema Mensyukuri Masa Lalu Dengan Nilai-Nilai Abadi dan Membekali Masa Yang Akan Datang dengan Berbagai Tantangan.

Pimpinan PMDG lainnya, KH Akrim Mariyat, menilai wayang kulit dan sistem pendidikan pondok modern memiliki kesamaan, yakni sama-sama mengajarkan nilai kehidupan kepada generasi muda.

"Wayang kulit ini juga menyampaikan bahwa pondok modern dan wayang sama-sama mengajarkan pendidikan kehidupan," ujarnya.

Menurut Akrim, kekuatan utama dalam seni pewayangan bukan terletak pada dalang maupun perangkat pertunjukan, melainkan pesan dan nilai yang disampaikan kepada masyarakat.

"Yang paling berperan adalah blencong atau syiar yang terkandung di dalamnya," katanya.

Melalui lakon yang dibawakan, para penonton diajak memahami nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, keteladanan, serta pentingnya menghadapi tantangan masa depan dengan berpegang pada nilai-nilai moral dan keagamaan.

Pagelaran wayang kulit tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan satu abad Gontor yang bertujuan memperkuat hubungan pesantren dengan masyarakat sekaligus melestarikan seni budaya sebagai media dakwah yang edukatif

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Jepang Tuntaskan Tahap Akhi...

Sudah Tepat Langkah PSIM Kirim Reva Adi  ke Borneo

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Sudah Tepat Langkah PSIM Ki...

Hamas Harus Secepatnya Dilucuti

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Hamas Harus Secepatnya Dilu...

PSS Sleman Pede Menyambut Liga Super 2026/2027

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Pede Menyambut L...
Olahraga
Gagal di Ganda Putri, Kini ...

Kebutuhan Global Akan Emas Tengah Merangkak Naik

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Kebutuhan Global Akan Emas ...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.