Kuartal I, Hilirisasi Nikel di Indonesia Mencapai Rp147,5 Triliun
📅 Kamis, 04 Jun 2026, 20:20 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas“Ke depan, akses pasar global akan semakin ditentukan oleh kemampuan produsen untuk menunjukkan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola yang dapat diverifikasi. Karena itu, penting bagi industri untuk mengacu pada standar yang kredibel, relevan, dan berbasis
sains agar klaim mengenai praktik-praktik tersebut dapat diukur secara objektif,” tutup Chris.
Sementara itu, Co-head of Responsible Sourcing Glencore, Ilse Schoeters, salah satu
perbedaan utama antara Indonesia dan negara dengan pertambangan yang lebih matang
Sebaiknya Anda baca juga:
terletak pada usia industri dan penerapan ESG yang lebih lama.
“Industri nikel Indonesia
berkembang dalam kecepatan yang luar biasa. Dalam waktu kurang dari satu dekade,
Sebaiknya Anda baca juga:
kawasan industri dan rantai nilai yang kompleks telah tumbuh dengan sangat cepat. Kami
melihat ada perusahaan yang sudah menunjukkan kemajuan dalam mengintegrasikan ESG
ke dalam operasionalnya, sementara beberapa yang lain masih dalam proses membangun
sistem yang diperlukan,
” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!