Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Utara Diminta Siap Sambut Rob

📅 Senin, 06 Apr 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Jakarta Utara Diminta Siap Sambut Rob Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ket. Arsip Foto - Banjir rob membuat Jalan R.E Martadinata di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tergenang pada Jumat (2/1).

JAKARTA – Sepanjang tanggal 6-9 April masyarakat di pesisir Jakarta Utara diminta bersiap-siap menyambut kemungkinan besar terjadinya banjir air pasang laut atau rob. Informasi ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta. Sebenarnya banjir rob sudah dimulai sejak kemarin (5/4).

Dalam pemberitahuan di akun Instagram resminya, BPBD Jakarta pada hari Minggu menyampaikan bahwa menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Maritim Tanjung Priok, fenomena pasang maksimum air laut yang terjadi bersamaan dengan bulan purnama selama kurun waktu tersebut berpotensi meningkatkan tinggi pasang air laut maksimum.

Puncak maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 23.00 hingga pukul 02.00 WIB di daerah Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu. Warga di daerah-daerah pesisir tersebut diimbau mewaspadai perubahan cuaca dan potensi banjir pesisir akibat pasang maksimum air laut.

BPBD juga mengimbau warga agar menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terdampak banjir rob, terutama saat pasang tinggi, serta memastikan sistem drainase di lingkungan sekitar tempat tinggal berfungsi baik. Selain itu, warga disarankan untuk memantau informasi mengenai gelombang air laut di laman resmi BPBD DKI Jakarta.

Kalau menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan, warga bisa menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112. Aktivitas warga untuk sementara menjauh dari bibir pantai.

Kerja Bakti

Sementara itu, untuk menghindari banjir yang kerap terjadi karena luapan Kali Pesanggrahan, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) melakukan pengerukan Kali Pesanggrahan lewat kegiatan kerja bakti skala besar. Kerja baki massal dilakukan di perbatasan Kecamatan Kebayoran Lama dan Pesanggrahan sebagai upaya mengurangi risiko banjir.

“Fokus utama dari kerja bakti ini adalah normalisasi bantaran kali. Bantaran kali yang semula sudah tinggi dan menjadi daratan, menyebabkan air menggerus ke sisi kanan, sehingga berisiko merusak tanggul,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar di Danau Cavalio Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu. Dia mengatakan kerja bakti skala besar tersebut merupakan yang pertama dilakukan se-Jakarta setelah Lebaran 2026.

Kegiatan itu difokuskan untuk normalisasi bantaran kali yang mengalami pendangkalan dan perubahan struktur. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan aliran air menggerus sisi tanggul dan meningkatkan potensi kerusakan. Maka dari itu, pengerukan lumpur dilakukan mulai Minggu hingga akhir tahun dengan target volume sekitar 36.174 meter kubik sepanjang 1.244 meter.

“Mudah-mudahan, dengan kegiatan kerja bakti ini, genangan air di wilayah bantaran Kali Pesanggrahan dapat berkurang,” ucap Anwar. Sebanyak 600 personel dan lima unit alat berat dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Dia berharap, ini dapat mengurangi genangan, khususnya di kawasan IKPN yang kerap terdampak banjir.

“Jika lumpur ini berhasil diangkat dan aliran air dinormalisasi, mudah-mudahan, wilayah IKPN tidak akan lagi mengalami banjir yang parah,” tutur Anwar. Pemerintah Kota Jakarta Selatan pun berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa secara rutin setiap pekan.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Santo menjelaskan pengerukan di segmen Kelurahan Ulujami mencakup panjang 1.444 meter, dengan volume lumpur yang sama, yakni sekitar 36.174 meter kubik. “Lumpur hasil pengerukan akan ditransitkan ke beberapa titik sebelum akhirnya dibuang ke Ancol,” ungkap Santo.

Dalam kerja bakti itu, Anwar bersama jajarannya turut melakukan pelepasan ikan tawes. Pelepasan ikan tersebut merupakan aksi konservasi perairan yang umum dilakukan, dengan melibatkan pemerintah, TNI/Polri, dan warga untuk menebar ribuan bibit ikan di sungai, embung, atau danau.

Kegiatan itu bertujuan menjaga kelestarian ekosistem, meningkatkan populasi ikan lokal, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Kelak ikan dapat dipanen warga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.