Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

3 Kamis, 04 Jun 2026, 11:15 WIB | Oleh:
Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026 Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026 Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya meraih pengakuan internasional dalam World University Rankings for Innovation (WURI) 2026 melalui pencapaian Top Global 500. Diumumkan di  National Chi Nan University (NCNU), Taiwan pada  07 Mei 2026, Unika Atma Jaya juga masuk Top 100 dunia pada kategori Representative Research Project (C1) dan Financial Impact-Driven Technology Transfer (C8). 

WURI merupakan pemeringkatan global yang menyoroti peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata dan kebermanfaatan bagi masyarakat dan industri. Melalui penilaian pada bidang pendidikan, penelitian, teknologi, kewirausahaan, dan keterlibatan sosial, WURI menilai inovasi perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan global.

Sejak dirilis pada tahun 2020, WURI berkembang menjadi lembaga pemeringkatan inovasi perguruan tinggi dunia yang melibatkan ratusan universitas dari berbagai negara dan ribuan program inovasi. 

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni, Yanti, Ph.D., menyampaikan bahwa pengakuan tersebut menjadi dorongan bagi universitas untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan, kolaboratif, dan berdampak.

“Capaian ini menjadi pengakuan atas inovasi perguruan tinggi Indonesia yang mampu menjadi solusi bagi tantangan global. Bagi Unika Atma Jaya, penelitian tidak berhenti pada jurnal dan publikasi, tetapi harus bisa memberikan dampak sosial dan melahirkan inovasi berkelanjutan,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6). 

Kategori C1 berfokus pada penelitian jangka panjang khas institusi yang mencakup proses pengembangan, potensi transformasi, dan dampak dalam pembangunan berkelanjutan serta kesejahteraan sosial.

Pada kategori ini, Unika Atma Jaya mengangkat penelitian mengenai pengembangan tempe campuran dari biji bunga matahari, kedelai, biji labu, dan kacang adzuki untuk peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Inovasi riset ini dikembangkan untuk menghasilkan produk tempe dan probiotik yang lebih praktis dan fleksibel digunakan guna mendukung kesehatan kognitif lansia tanpa mengurangi manfaat nutrisinya. 

Sementara itu, kategori C8 menekankan komersialisasi hasil riset yang dilakukan secara etis dan bertanggung jawab sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

Pada kategori ini, Unika Atma Jaya mengangkat inovasi produk biopreservatif dan bahan tambahan pakan berbasis bakteriofag untuk mengendalikan patogen pada industri pangan dan akuakultur skala besar. Riset ini mencerminkan hilirisasi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial melalui solusi pangan yang lebih aman dan berkelanjutan. 

Berbagai inovasi tersebut telah menghasilkan publikasi ilmiah internasional dan paten. Penelitian yang dikembangkan mencakup manfaat tempe dan probiotik bagi fungsi kognitif lansia serta pengendalian patogen pangan dan akuakultur berbasis antibiofilm dan bakteriofag. Riset tersebut juga melahirkan Paten Sederhana Indonesia untuk tempe multibiji berbasis kedelai, biji bunga matahari, biji labu, dan kacang adzuki.

Menatap ke depan, Unika Atma Jaya berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang berakar pada nilai keberpihakan kepada masyarakat. Yanti, Ph.D., menambahkan,

"Kami berharap pengakuan internasional ini dapat mendorong lebih banyak kolaborasi lintas sektor—baik dengan industri, pemerintah, maupun mitra global—sehingga riset yang kami kembangkan benar-benar hadir sebagai solusi nyata di tengah masyarakat. Ini bukan puncak, melainkan titik tolak untuk terus berinovasi demi Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan berkelanjutan," katanya.

Pengakuan ini menjadi langkah penting bagi Unika Atma Jaya untuk terus menghadirkan riset dan inovasi yang mampu menjawab tantangan global dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Indonesia Perluas Kerja Sam...
Ekonomi
Bappenas Dorong Transformas...

Jangan Lunglai Usai Juara Hylo Open

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Jangan Lunglai Usai Juara H...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.