Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Membingungkan, Bergesernya Standar Kecantikan di Era AI

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 16:00 WIB | Oleh:

Pebisnis di bidang estetika dan kecantikan Andy Rahardja melihat tren ini sebagai salah satu perubahan paling signifikan dalam industri estetika saat ini.

Menurut dia, perempuan maupun laki-laki yang aktif bekerja ingin tetap merawat diri tanpa harus mengganggu rutinitas mereka. Karena itu, permintaan terhadap perawatan dengan waktu pemulihan minimal atau minim downtime terus meningkat.

Namun yang paling penting dalam perkembangan dunia estetika modern bukanlah kecepatan teknologi semata, melainkan bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab.

Di sinilah peran tenaga medis menjadi sangat krusial. Ketika informasi mengenai kecantikan beredar sangat cepat melalui media sosial, masyarakat membutuhkan sumber pengetahuan yang kredibel agar mampu membedakan antara tren sesaat dan praktik yang benar-benar aman.

Karena itu, keterlibatan dokter estetika dan dan berbagai profesi pendukungnya menjadi bagian penting dalam upaya edukasi masyarakat mengenai perawatan non-invasif.

Pakar dan dokter estetika dr Aji Bayu Chandra menekankan pentingnya peran medis dalam membantu memastikan bahwa diskusi tentang kecantikan tidak berhenti pada aspek penampilan, tetapi juga mencakup faktor keamanan, kesehatan kulit, dasar ilmiah, serta manfaat jangka panjang bagi individu.

Dan di era AI, ketika teknologi mampu menciptakan versi digital yang tampak sempurna, justru muncul kebutuhan yang lebih besar untuk kembali pada nilai-nilai yang autentik.

Masyarakat mulai menyadari bahwa kecantikan sejati tidak selalu identik dengan wajah tanpa cela. Kecantikan dapat hadir melalui kesehatan yang terjaga, rasa percaya diri yang tumbuh dari dalam diri, serta kemampuan menerima setiap fase kehidupan dengan bijaksana.

Masa depan kecantikan mungkin tidak akan ditentukan oleh seberapa sempurna seseorang terlihat di layar, melainkan oleh seberapa nyaman seseorang hidup dengan dirinya sendiri.

Teknologi akan terus berkembang, AI akan semakin canggih, dan standar visual akan terus berubah. Namun kebutuhan manusia untuk merasa percaya diri, dihargai, dan menjadi dirinya sendiri kemungkinan akan tetap menjadi inti dari definisi kecantikan yang sesungguhnya.

Oleh karena itulah tren kecantikan modern bergerak, bukan menuju keseragaman yang diciptakan algoritma, melainkan menuju penghargaan yang lebih besar terhadap keaslian, kesehatan, dan kualitas hidup manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
UMKM di Subang Didominasi S...
Luar Negeri
Oposisi Norwegia Tuntut Spa...
Daerah
Pemkot Bandung Usut Kasus P...
Luar Negeri
Prancis Perketat Investasi ...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.