Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Membingungkan, Bergesernya Standar Kecantikan di Era AI

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 16:00 WIB | Oleh:
Membingungkan, Bergesernya Standar Kecantikan di Era AI Doc: ANTARA/HO-Xerf
Ket. Pakar dan dokter estetika dr Aji Bayu Chandra M Biomed (AAM) menjelaskan standar kecantikan yang kini menjadi tren di kalangan masyarakat di era AI.

JAKARTA -- Ada paradoks yang unik dalam beberapa tahun terakhir. Ketika filter digital mampu menyempurnakan rupa seseorang, dalam kehidupan sebenarnya orang justru merindukan standar kecantikan yang lebih autentik.

Sepertinya memang di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), definisi kecantikan sedang bergeser yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Inilah yang terjadi saat ini, ketika teknologi memungkinkan manusia menciptakan wajah sempurna hanya dalam hitungan detik. Filter digital dapat menghilangkan kerutan, memperhalus kulit, mengubah bentuk wajah, bahkan menciptakan sosok yang sebenarnya tidak pernah ada.

Media sosial dipenuhi gambar-gambar yang telah melalui proses penyuntingan canggih sehingga batas antara realitas dan rekayasa semakin sulit dikenali.

Memang faktanya, AI telah menambahkan dimensi baru yang jauh lebih kompleks. Setelah selama bertahun-tahun, standar kecantikan sering dibentuk oleh industri hiburan, iklan, dan budaya populer.

Kini algoritma dapat menentukan wajah mana yang dianggap menarik berdasarkan jutaan data visual yang dianalisis. Akibatnya, muncul kecenderungan menuju standar kecantikan yang semakin seragam.

Wajah simetris, kulit tanpa cela, dan proporsi tertentu kerap menjadi gambaran ideal yang terus direproduksi oleh teknologi digital.

Namun di sisi lain, perkembangan tersebut justru memunculkan kesadaran baru. Semakin banyak orang mulai mempertanyakan apakah kecantikan harus berarti kesempurnaan.

Ketika teknologi mampu menciptakan wajah yang nyaris tanpa kekurangan, nilai autentisitas justru menjadi semakin penting. Masyarakat mulai mencari sesuatu yang lebih manusiawi, lebih nyata, dan lebih dekat dengan identitas diri.

Fenomena inilah yang terlihat dalam berbagai tren perawatan estetika modern. Jika beberapa dekade lalu banyak orang mengejar perubahan wajah yang drastis, saat ini kecenderungannya bergeser ke arah mempertahankan karakter alami sambil menjaga kesehatan dan kualitas kulit.

Fokusnya bukan lagi mengubah seseorang menjadi sosok lain, melainkan membantu seseorang menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.


Mencari kenyamanan

Pergeseran yang terjadi ini menurut Head of idsMED Aesthetics Indonesia Marisa Theresia, mendorong adanya tren perawatan estetika yang menginginkan hasil natural dengan proses yang praktis.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi sekadar mengejar perubahan fisik, tetapi juga mencari kenyamanan dan kesesuaian dengan gaya hidup mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.