Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diresmikan Gubernur Pramono, RS Tria Dipa Siapkan 100 Tempat Tidur dan Layanan BPJS

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 14:50 WIB | Oleh:
Diresmikan Gubernur Pramono, RS Tria Dipa Siapkan 100 Tempat Tidur dan Layanan BPJS Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan operasional penuh Rumah Sakit Tria Dipa (RSTD) di Jalan KH Guru Amin, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). Kehadiran rumah sakit tersebut dinilai dapat memperkuat jaringan pelayanan kesehatan sekaligus sistem rujukan di Ibu Kota.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan operasional penuh Rumah Sakit Tria Dipa (RSTD) di Jalan KH Guru Amin, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). Kehadiran rumah sakit tersebut dinilai dapat memperkuat jaringan pelayanan kesehatan sekaligus sistem rujukan di Ibu Kota.

Pramono mengatakan RSTD memiliki fasilitas yang memadai dengan sejumlah layanan unggulan, terutama pada bidang uronefrologi dan jantung strata madya. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kegawatdaruratan, critical care, serta sistem rujukan kesehatan di Jakarta.

“Dengan fasilitas yang memadai serta layanan unggulan di bidang uronefrologi dan jantung strata madya, RSTD menjadi bagian dari penguatan jejaring pelayanan kesehatan, khususnya dalam layanan kegawatdaruratan, critical care, serta sistem rujukan di Jakarta,” ujar Pramono.

Rumah Sakit Tria Dipa telah berdiri sejak 2008 dan mengalami transformasi pada Januari 2023. Transformasi tersebut berlangsung setelah rumah sakit berada di bawah kepemilikan Anak Bangsa dan manajemen baru.

Dalam operasionalnya, RSTD juga telah melayani masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Hal tersebut membuat layanan rumah sakit dapat diakses oleh masyarakat melalui skema jaminan kesehatan nasional.

Dari sisi kapasitas, RSTD memiliki total 100 tempat tidur untuk mendukung pelayanan pasien. Kapasitas tersebut terdiri atas enam tempat tidur Intensive Care Unit (ICU), dua tempat tidur Neonatal Intensive Care Unit (NICU), dan dua tempat tidur Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

Rumah sakit tersebut juga diperkuat oleh 67 dokter spesialis dari berbagai bidang. Sejumlah layanan unggulan yang tersedia meliputi urologi, kardiologi atau cardio, bedah plastik dan estetika, medical check-up (MCU), hingga endoskopi diagnostik.

Pramono mengatakan keberadaan RSTD menjadi tambahan penting bagi ekosistem pelayanan kesehatan di Jakarta. Menurutnya, rumah sakit tersebut dapat turut memperluas kapasitas pelayanan sekaligus mendukung konektivitas sistem rujukan antarfasilitas kesehatan.

“Saat ini, Jakarta memiliki 196 rumah sakit yang terdiri atas rumah sakit daerah, rumah sakit vertikal, rumah sakit milik kementerian atau lembaga, rumah sakit TNI dan Polri, serta rumah sakit swasta. Keberadaan RSTD diharapkan semakin memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan dan sistem rujukan di Jakarta,” ujar Pramono.

Selain fasilitas medis, akses menuju rumah sakit menjadi salah satu perhatian dalam pengoperasian penuh RSTD. Direktur PT Tria Dipa Medika Sukmo Hadi Nugroho mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait izin pelebaran akses keluar-masuk rumah sakit.

Sukmo mengatakan akses sebelumnya hanya memiliki lebar sekitar enam meter. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan karena ruas jalan dari arah Pasar Minggu menuju Pancoran maupun sebaliknya kerap mengalami kepadatan lalu lintas.

“Bila sebelumnya akses hanya selebar enam meter, dengan kondisi jalan dari Pasar Minggu ke arah Pancoran maupun sebaliknya yang begitu padat setiap hari, hal-hal yang membutuhkan penanganan darurat akan menyulitkan kami dalam menangani pasien,” kata Sukmo.

Menurut Sukmo, pelebaran akses keluar-masuk rumah sakit dapat mempercepat proses penanganan pasien, terutama bagi mereka yang membutuhkan pertolongan medis dalam kondisi darurat. Kemudahan akses juga diharapkan membuat kendaraan yang membawa pasien dapat mencapai fasilitas rumah sakit dengan lebih cepat.

“Tentu pelebaran akses ini akan dapat menyelamatkan banyak jiwa dalam keadaan darurat dan lebih banyak pasien yang dapat ditangani tepat waktu. Peralatan kami juga sangat mendukung layanan unggulan yang kami miliki,” pungkas Sukmo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Daerah
Tak Mau Warga Kelaparan Pem...
Daerah
Sekda Diperiksa KPK, Bupati...
Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.