PHM Sukses Pasang Platform Manpatu 1.000 Ton, Produksi Gas Mahakam Diproyeksi Naik 20%
📅 Selasa, 02 Jun 2026, 13:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
BALIKPAPAN— PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatat capaian penting dalam Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu. Pada 27 Mei 2026, PHM berhasil menyelesaikan pemasangan jacket dan topside Platform Offshore Manpatu berbobot 1.000 ton. Proyek Manpatu merupakan pengembangan temuan sumur eksplorasi di kawasan lepas pantai South Mahakam, sekitar 35 kilometer (km) dari pesisir Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penyelesaian pemasangan platform adalah kelanjutan tahapan proyek yang berjalan sejak April 2026. Tahapan diawali Sail Away Jacket pada 8 April 2026, dilanjutkan load out dan sail away topside dari fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026, serta Sail Away Topside final pada 30 April 2026.
Sebagai gambaran, salah satu pekerjaan paling krusial adalah heavy lifting activities, yaitu proses pengangkatan dan pemasangan topside sekitar 1.000 ton ke posisi atas struktur jacket secara presisi di lepas pantai. Seluruh rangkaian pekerjaan berjalan sesuai rencana melalui kolaborasi solid antara tim proyek PHM, kontraktor, mitra kerja, dan dukungan para pemangku kepentingan.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menjelaskan Proyek Manpatu wujud komitmen perusahaan berinvestasi eksplorasi dan eksploitasi demi keberlanjutan produksi migas. “Di PHM, kami berinvestasi eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, dan menjaga keberlanjutan produksi minyak bumi dan gas alam dari wilayah Kalimantan untuk puluhan tahun mendatang,” ujarnya.
Proyek ini mendapat dukungan penuh PT Pertamina Hulu Indonesia PHI selaku induk perusahaan dan SKK Migas. “Keberhasilan pemasangan jacket dan topside Platform Manpatu hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan menjalankan proyek selamat, andal, sesuai target. Pencapaian ini bagian penting menjaga keberlanjutan operasi dan mendukung peningkatan produksi migas nasional,” tutur Edi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada proyek ini, PHM menerapkan pengawasan ketat, manajemen risiko terstruktur, serta budaya keselamatan kerja disiplin di seluruh tahapan sehingga proyek selesai dengan kinerja HSSE baik. “Sepanjang pelaksanaan proyek, aspek keselamatan prioritas utama,"imbuhnya.
Platform Offshore Manpatu dirancang mendukung kegiatan produksi dan pengembangan lapangan di wilayah kerja Mahakam. Setelah beroperasi, proyek ini diproyeksikan menambah produksi gas hingga 80 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau sekitar 20 persen dari total produksi Mahakam di tahun 2027.
Selanjutnya, PHM akan melanjutkan tahapan pemasangan riser dan subsea spool, hook-up, hingga commissioning, guna memastikan platform beroperasi optimal pada Q1 2027. Keberhasilan proyek ini menegaskan peran strategis PHM mendukung target produksi migas nasional dan mewujudkan ketahanan energi berkelanjutan bagi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!