Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertiwi, Saat Tiga Museum Pameran Bersama Menarik Minat Kaum Muda

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Pertiwi, Saat Tiga Museum Pameran Bersama Menarik Minat Kaum Muda Doc: ANTARA-HO/Diskominfotik Surabaya
Ket. Arsip - Sejumlah pelajar mengamati koleksi dalam kegiatan Cross Musea Pertiwi yang digelar UPTD Museum Surabaya di Museum Dr. Soetomo, Surabaya, 2025.

SURABAYA -- Langkah kaki yang memasuki Museum Dr Soetomo Kota Surabaya pada awal Juni ini tidak hanya berhadapan dengan etalase benda-benda masa lalu. Di ruang yang selama ini identik dengan koleksi sejarah, pengunjung justru diajak memasuki sebuah perjalanan yang lebih personal tentang manusia, budaya, dan tanah air yang disebut Pertiwi.

Melalui "Cross Musea Pertiwi", Pemerintah Kota Surabaya menghadirkan sesuatu yang berbeda. Tiga museum dari tiga institusi berbeda dipertemukan dalam satu ruang narasi. Museum Etnografi Universitas Airlangga, Museum Mpu Tantular Sidoarjo, dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta berkolaborasi menyusun kisah tentang perjalanan hidup manusia dari lahir hingga akhir hayat.

Kolaborasi ini tampak sederhana sebagai sebuah pameran. Namun jika dicermati lebih jauh, "Cross Musea Pertiwi" sebenarnya berbicara tentang isu yang lebih besar, yakni bagaimana museum berjuang menemukan kembali relevansinya di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Di era ketika perhatian publik direbut media sosial, video pendek, dan kecerdasan buatan, museum tidak lagi cukup hanya mengandalkan koleksi yang disimpan di balik kaca. Tantangan terbesar museum masa kini bukan sekadar menjaga benda bersejarah, melainkan menjaga agar sejarah tetap hidup dalam ingatan masyarakat.

Narasi baru

Museum, selama bertahun-tahun menghadapi persoalan yang hampir seragam. Banyak orang menganggap museum sebagai tempat yang penting, tetapi tidak selalu menarik untuk dikunjungi.

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tingkat kunjungan museum di Indonesia masih relatif rendah jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Di banyak daerah, museum, bahkan lebih sering menjadi tujuan kunjungan wajib pelajar daripada ruang belajar yang dipilih secara sukarela oleh masyarakat.

Fenomena ini bukan semata kesalahan museum. Cara masyarakat mengonsumsi informasi memang telah berubah drastis. Generasi muda tumbuh dalam lingkungan digital yang menuntut pengalaman cepat, visual, dan interaktif.

Karena itu, munculnya konsep pameran imersif dalam "Cross Musea Pertiwi" menjadi langkah yang menarik. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi diajak berinteraksi dengan narasi yang dibangun melalui teknologi, instalasi visual, area digital, dan ruang pengalaman.

Transformasi seperti ini sedang berlangsung di berbagai belahan dunia. Museum-museum besar, seperti Rijksmuseum di Belanda, Louvre di Prancis, hingga National Museum of Singapore mulai menggabungkan teknologi digital dengan koleksi konvensional untuk menciptakan pengalaman yang lebih dekat dengan pengunjung.

Museum tidak lagi sekadar tempat penyimpanan artefak, melainkan ruang dialog antara masa lalu dan masa kini.

Surabaya, tampaknya sedang bergerak ke arah yang sama. Kota ini menyadari bahwa pelestarian sejarah tidak cukup dilakukan melalui konservasi benda. Hal yang lebih penting adalah menciptakan keterhubungan emosional antara masyarakat dengan warisan budayanya.

Di titik inilah "Cross Musea Pertiwi" menjadi relevan. Pameran ini mencoba menerjemahkan sejarah ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami generasi sekarang.


Narasi kolektif

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.