Pertiwi, Saat Tiga Museum Pameran Bersama Menarik Minat Kaum Muda
📅 Selasa, 02 Jun 2026, 17:15 WIB | Oleh: SujarTransformasi museum memerlukan dukungan yang lebih luas. Pemerintah perlu memperkuat digitalisasi koleksi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membangun kemitraan dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku industri kreatif.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu melihat museum bukan sekadar tempat menyimpan benda tua, melainkan ruang belajar yang membantu memahami identitas bersama.
Dalam konteks yang lebih luas, museum sebenarnya memiliki peran penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika informasi dapat diproduksi dan disebarkan dalam hitungan detik, museum hadir sebagai ruang yang menjaga akurasi, konteks, dan memori kolektif.
Bangsa yang kehilangan ingatan sejarah akan kesulitan memahami arah masa depannya. Sebaliknya, bangsa yang mampu merawat ingatan dapat menjadikan masa lalu sebagai sumber inspirasi untuk menghadapi tantangan baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cross Musea Pertiwi menawarkan pesan tersebut dengan cara yang lebih segar. Ia tidak mengajak pengunjung bernostalgia semata, tetapi mengajak merenungkan hubungan antara manusia, budaya, dan tanah air dalam kehidupan yang terus berubah.
Di tengah kota yang terus tumbuh dengan gedung baru, teknologi baru, dan gaya hidup baru, kehadiran museum yang mampu bertransformasi menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus memutus hubungan dengan akar budaya.
Barangkali di situlah makna paling penting dari Pertiwi. Bukan sekadar nama tema sebuah pameran, melainkan upaya menjaga percakapan antara masa lalu dan masa depan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!