Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Ketua MPR: Masa Depan Indonesia Berada di Tangan Generasi Muda

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 20:48 WIB | Oleh:
Wakil Ketua MPR: Masa Depan Indonesia Berada di Tangan Generasi Muda Doc: antara foto
Ket. Diskusi kebangsaan lintas organisasi mahasiswa di Gedung MPR RI, Jakarta, yang mengangkat tema "Merajut Kebangsaan, Menguatkan Indonesia: Pergerakan, Harmoni, dan Pengabdian untuk Negeri".

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro (Ibas) menegaskan masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda, oleh karena itu mahasiswa dan pemuda diharapkan tetap menjadi kekuatan moral bangsa yang kritis, solutif, dan berorientasi pada pengabdian.

"Indonesia tidak boleh ikut terpecah oleh perbedaan. Kita harus menjadi bangsa yang kuat bukan karena seragam, tetapi karena mampu merawat keberagaman," kata Ibas dalam keterangannya diterima di Jakarta, kemarin.

Penguatan ini disampaikan Ibas saat memberikan sambutan dalam diskusi kebangsaan lintas organisasi mahasiswa di Gedung MPR RI, Jakarta, yang mengangkat tema "Merajut Kebangsaan, Menguatkan Indonesia: Pergerakan, Harmoni, dan Pengabdian untuk Negeri".

Di hadapan peserta diskusi yang dihadiri berbagai organisasi mahasiswa lintas agama dan ideologi, di antaranya HMI, GMNI, IMM, KMHDI, HIKMAHBUDHI, PMKRI, KAMMI, GMKI, dan PMII itu, Ibas menyampaikan tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari konflik geopolitik, ketimpangan ekonomi, krisis pangan dan energi, hingga ancaman polarisasi sosial akibat informasi yang tidak terkendali.

Ibas menegaskan bahwa idealisme generasi muda merupakan bahan bakar perubahan dan penentu arah masa depan bangsa, seperti pesan Tan Malaka bahwa "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”.

Menurut dia, sejarah bangsa selalu mencatat keterlibatan mahasiswa dan pemuda dalam setiap momentum penting perjalanan Indonesia, mulai dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga Reformasi 1998.

"Kritis boleh, tetapi harus solutif. Berani harus, tetapi tetap bijaksana. Idealis wajib, tetapi juga realistis," tegasnya.

Anggota Dapil Jawa Timur VII itu juga mengajak organisasi mahasiswa untuk terus menjaga persaudaraan kebangsaan, memperkuat literasi digital, membangun dialog lintas identitas, serta turut mengawal konstitusi dan kebijakan pemerintah secara konstruktif.

Ibas yang lulusan Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce dari Curtin University, Perth, Australia itu menekankan bahwa pergerakan mahasiswa saat ini tidak cukup hanya menjadi gerakan kritik, tetapi juga harus mampu menjadi gerakan solusi dan pengabdian bagi masyarakat.

“Jika baik kita dukung, jika kurang kita kritisi dengan solusi, dan jika salah kita perbaiki bersama," kata lulusan Master of Science in International Political Economy dari Nanyang Technological University, Singapore itu.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan generasi muda, Ibas juga menyerahkan puluhan beasiswa kepada mahasiswa yang membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan sebagai pemantik semangat agar mahasiswa dapat terus melanjutkan pendidikan, mengembangkan kapasitas diri, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Ibas yang juga Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk terus merajut kebangsaan dengan harmoni serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk memperkuat Indonesia.

"Mari kita jadikan mahasiswa sebagai penjaga masa depan bangsa," kata Ibas.

Diskusi tersebut menjadi ajang menyampaikan gagasan dan aspirasi terkait kondisi bangsa dan arah pemerintah ke depan oleh para mahasiswa yang hadir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Sawah di Bekasi Alami Keker...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.