Akurasi Data Lapangan Percepat Turunkan Stunting
📅 Minggu, 31 Mei 2026, 23:40 WIB | Oleh: Tim PenulisBanjar, Kalsel - Bupati Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Saidi Mansyur memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan menitikberatkan perbaikan akurasi data lapangan sebagai dasar penyusunan program intervensi yang lebih tepat sasaran di seluruh wilayah Kabupaten Banjar.
Langkah tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Kecamatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjar di Aula Barakat Lantai 2 Kantor Bupati Banjar, Martapura, yang dihadiri jajaran SKPD, camat, serta kepala bagian lingkup Setda Banjar.
Bupati Banjar Saidi Mansyur di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu, mengatakan tingginya angka stunting di sejumlah wilayah masih dipengaruhi persoalan teknis pengukuran dan konsistensi pendataan di tingkat Posyandu sehingga perlu mendapat perhatian bersama.
“Masalah utama terletak pada proses pengukuran di lapangan. Kader posyandu yang sering diganti-ganti menjadi salah satu kendala sehingga data yang dihasilkan kurang akurat. Selain itu, faktor pola asuh keluarga, kondisi ekonomi, sanitasi dan pendidikan juga mempengaruhi,” ujar Saidi.
Menurut dia, data yang akurat menjadi kunci keberhasilan pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan stunting karena setiap intervensi harus disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bukan itu saja, dia menegaskan pengukuran balita harus dilakukan sesuai standar, yakni anak usia di bawah dua tahun diukur dalam posisi berbaring, sedangkan anak di atas dua tahun diukur dalam posisi berdiri untuk menghindari kesalahan pencatatan.
“Karena itu saya meminta kepala desa atau pambakal tidak terlalu sering mengganti kader Posyandu agar data yang diperoleh lebih konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Selain memperkuat penanganan stunting, ucapnya, rapat koordinasi juga membahas percepatan pemenuhan indikator kabupaten layak anak (KLA), termasuk penyediaan fasilitas pendukung seperti sekolah ramah anak, masjid ramah anak, dan toilet gender pada perangkat daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saidi juga meminta camat bersama jajaran Tata Pemerintahan mengawal pemenuhan sarana pendukung KLA agar target pembangunan yang berorientasi pada perlindungan anak dapat tercapai secara bertahap di seluruh kecamatan.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Banjar membahas percepatan penyaluran bantuan bencana dan pencegahan narkoba. Saidi meminta bantuan yang telah dialokasikan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak serta menginstruksikan penguatan sosialisasi bahaya narkoba hingga tingkat desa.
“Bantuan berupa barang dan anggaran diharapkan segera disalurkan kepada penerima agar tidak dialihkan ke pos lain,” ujar Saidi.
Pemkab Banjar berharap empat program prioritas yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut dapat berjalan lebih efektif melalui sinergi pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!