Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tahun Kelam Pasar Saham: IHSG Terkikis Hampir 30 Persen Sepanjang 2026

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tahun Kelam Pasar Saham: IHSG Terkikis Hampir 30 Persen Sepanjang 2026 Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mendekati 30 persen sepanjang tahun ini mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.

Gejolak global, terutama ekspektasi suku bunga tinggi di negara maju serta penguatan dolar AS, memperkuat arus keluar modal dari emerging markets, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, sentimen rebalancing indeks MSCI turut memperbesar volatilitas karena memicu penyesuaian portofolio oleh investor institusional global.

Kondisi ini membuat pasar cenderung sensitif terhadap aksi jual jangka pendek, meskipun fundamental ekonomi domestik relatif masih terjaga.

Seperti diketahui, IHSG sepanjang 2026 melemah sebesar 2.519,56 poin atau sekitar 29,14 persen dari penutupan akhir tahun lalu di posisi 8.646,94.

Dalam perdagangan, Jumat (29/5), IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/5) sore, ditutup melemah 2,81 poin atau 0,05 persen dari Selasa (26/5) ke posisi 6.127,38 seiring investor utama asing mengalihkan dananya menyesuaikan dengan hasil rebalancing indeks MSCI.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,23 poin atau 1,49 persen ke posisi 611,17.

"IHSG ditutup melemah tipis di tengah rebalancing MSCI," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Pada perdagangan Jumat (29/5) hari ini, IHSG ditutup melemah tipis setelah sebelumnya sempat menguat hingga ke level 6.230.

Rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026 berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026, sehingga manajer investasi maupun investor melakukan penyesuaian terhadap portofolio investasi mereka.

Di sisi lain, IHSG sempat menguat signifikan sepanjang perdagangan hari ini, yang ditopang oleh penguatan saham-saham konglomerasi.

Meskipun terjadi tekanan jual terhadap beberapa saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI, namun koreksi tidak sedalam yang dikhawatirkan pelaku pasar, dan beberapa saham justru mengalami kenaikan.

"Hal ini diduga karena sebelumnya rebalancing indeks MSCI ini sudah diantisipasi oleh investor," ujar Ratna.

Dari mancanegara, Ratna menjelaskan sentimen positif berasal dari penguatan mayoritas bursa kawasan Asia, dipicu oleh kenaikan pada saham sektor teknologi di bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS), meskipun meningkatnya kembali ketegangan militer antara AS dengan Iran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.