Sinner Tersingkir dari Roland Garros Karena Kehabisan Tenaga saat Melawan Juan Manuel Cerundolo
📅 Jumat, 29 Mei 2026, 01:19 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Jannik Sinner mengaku kehabisan tenaga setelah mengalami kekalahan mengejutkan pada babak kedua di Roland Garros, di mana petenis No.1 dunia itu menghadapi kesulitan fisik saat melawan Juan Manuel Cerundolo, Kamis (28/5).
Dalam konferensi pers pascapertandingan setelah kekalahan 6-3, 6-2, 5-7, 1-6, 1-6, Sinner menjelaskan masalah yang dialaminya di lapangan.
“Saya kesulitan, mulai merasa sangat pusing,” kata Sinner dikutip dari ATP, setelah rekor kemenangan beruntun terbaik dalam karirnya, 30 pertandingan, berakhir di Paris,
“Energi saya sangat rendah. Saya mencoba untuk menyelesaikan pertandingan dengan servis, tetapi tidak memiliki banyak energi.”
Petenis Italia itu hanya tinggal satu gim lagi menuju kemenangan pada kedudukan 5-1 di set ketiga, tetapi tidak mampu melewatinya karena petenis Argentina peringkat 56 dunia, Cerundolo, mengamankan kemenangan dramatis.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di set keempat, saya sedikit lengah dan mencoba untuk memiliki lebih banyak energi di set kelima. Gim pertama sangat penting. Saya tidak bisa mempertahankan servis. Kemudian permainan saya sedikit menurun,” ujar Sinner.
“Saya bangun pagi ini, merasa tidak enak badan dan mencoba untuk mempersingkat poin. Di awal pertandingan, saya bermain sangat bersih, sangat bagus, dan kemudian saya seperti kehabisan tenaga, dan itu saja.”
Terlepas dari kesulitan fisiknya sendiri, Sinner ingin menyoroti permainan Cerundolo, yang tampil sangat solid di paruh kedua pertandingan di Lapangan Philippe-Chatrier.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya berada di posisi yang bagus, juga di set ketiga. Saya tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan servis. Kemudian saya cukup kesulitan,” kata Sinner.
“Tapi selamat juga untuknya. Saya tidak ingin mengurangi pujian untuknya. Dia memainkan pertandingan yang sangat solid, terutama juga di akhir, dan itulah olahraga.”
Terlepas dari kekalahan mengejutkannya di babak awal Roland Garros, Sinner menutup musim lapangan tanah liat dengan catatan 18-1 setelah menyelesaikan sapu bersih tiga turnamen ATP Masters 1000 di permukaan tanah liat Monte-Carlo, Madrid, dan Roma.
Rafael Nadal adalah satu-satunya petenis lain yang mencapai prestasi itu pada 2010.
Bahkan, setelah kehilangan 1.250 poin dengan kekalahannya di babak kedua, Sinner juga tetap menjadi petenis No.1 yang tak tertandingi di peringkat ATP, mengungguli rival beratnya, Carlos Alcaraz.
Sinner ingin melihat sisi positif dari kekalahan awal di Roland Garros.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!