Rupiah di Titik Terendah, Ekonom Sebut Ada Krisis Tekanan Ganda
📅 Jumat, 29 Mei 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim PenulisKenaikan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan dolar untuk impor energi, seperti kebutuhan Pertamina, sehingga menambah tekanan terhadap cadangan devisa dan nilai tukar rupiah.
Terbaru, eskalasi konflik AS-Iran, termasuk serangan ke pangkalan militer AS di Kuwait, berpotensi mendorong harga minyak dan memperbesar tekanan terhadap rupiah.
Rahma menambahkan, pelemahan rupiah yang dibarengi dengan rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke bawah level 7.000 memberikan sinyal bahwa investor sedang mengambil langkah defensif.
“Makna di balik ini semua adalah pasar mulai menyoroti risiko pelebaran defisit anggaran dan implementasi kebijakan royalti tambang yang dinilai memberatkan emiten besar,” imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, Rahma mencatat bahwa ekspektasi inflasi impor (imported inflation) juga sangat kuat. Pelemahan rupiah akan meningkatkan biaya bahan baku industri yang mayoritas masih impor.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan inflasi di tingkat konsumen berpotensi meningkat dan pada akhirnya menggerus daya beli.
Rahma juga memandang, rekor pelemahan rupiah bahkan menjadi sinyal bahwa instrumen suku bunga saja tidak lagi cukup.
Sebaiknya Anda baca juga:
“BI kini dihadapkan pada situasi di mana mereka harus menggunakan senjata lain yang lebih agresif, seperti intervensi ganda (double intervention) di pasar valas dan DNDF, serta mengoptimalkan instrumen seperti SRBI dan SVBI untuk menarik modal kembali masuk,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!