Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah di Titik Terendah, Ekonom Sebut Ada Krisis Tekanan Ganda

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah di Titik Terendah, Ekonom Sebut Ada Krisis Tekanan Ganda Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menghitung uang dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal yang dipicu oleh penguatan dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, serta dinamika arus modal internasional.

Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, lebih rentan terhadap sentimen risk-off di pasar keuangan global.

Di sisi domestik, faktor fundamental seperti neraca perdagangan, inflasi, dan ekspektasi kebijakan moneter turut memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas rupiah.

Meski demikian, pelemahan yang terjadi tidak semata mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi, melainkan lebih pada respons jangka pendek terhadap volatilitas global.

Ke depan, stabilitas rupiah akan sangat ditentukan oleh sinergi kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga kepercayaan pasar, memperkuat pasokan devisa, serta mengurangi sensitivitas terhadap gejolak eksternal.

Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi menilai pelemahan nilai tukar yang terus mencetak rekor menjadi sinyal bahwa ekonomi Indonesia tengah menghadapi himpitan ganda yakni tekanan moneter global dan tantangan struktural domestik.

Nilai tukar kini menembus level psikologis baru di kisaran Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS. Padahal, suku bunga acuan (BI-Rate) telah dinaikkan 50 basis poin (bps) ke level 5,25 persen demi memperkuat stabilisasi rupiah.

“Pelemahan ini bukan sekadar masalah angka, melainkan sinyal bahwa ekonomi Indonesia sedang berada dalam himpitan ganda yaitu tekanan moneter global yang tak kunjung reda dan tantangan struktural domestik yaitu energi dan fiskal yang mulai diuji oleh pasar,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (29/5).

Menurut Rahma, pelemahan rupiah ini membawa sinyal dan makna yang lebih dalam dari sekadar fluktuasi angka yaitu sinyal dominasi higher for much longer yang persisten.

Meskipun Bank Indonesia (BI) sudah mengerek bunga acuan, pasar melihat bahwa selisih (spread) imbal hasil (yield) masih belum cukup kompetitif dibandingkan dengan aset dolar Amerika Serikat (AS).

Penguatan indeks dolar (DXY) ke posisi 99,10 dan kenaikan yield US Treasury menunjukkan bahwa investor masih meyakini suku bunga di AS akan bertahan tinggi jauh lebih lama.

“Rupiah yang tetap melemah menandakan bahwa daya tarik instrumen domestik sedang diuji oleh magnet safe haven yang sangat kuat,” kata Rahma.

Ia menambahkan bahwa sinyal ini juga mengarah pada kondisi pasokan devisa yang mengetat. Beberapa faktor yang patut diwaspadai yaitu kebutuhan dolar untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen yang biasanya mencapai puncak pada kuartal II.

Pelemahan yang tajam ini, menurut Rahma, memaknai adanya ketidakseimbangan antara permintaan yang melonjak dengan pasokan devisa yang melambat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Turun ke SPBU...
Daerah
Jaringan Ekstasi di Batam T...
Advertisement
Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.