Militer AS 'Waspada' Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
📅 Minggu, 21 Jun 2026, 11:30 WIB | Oleh: Tim PenulisWASHINGTON — Militer AS mengatakan tetap "hadir dan waspada" di Selat Hormuz, tak lama setelah Iran mengumumkan akan menutup jalur pelayaran penting tersebut.
"Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan, Sabtu (20/6).
CENTCOM, yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah, mengatakan, 55 kapal komersial telah melintasi selat tersebut pada hari Sabtu dan "jalur aman melalui jalur air internasional tetap terjaga hari ini."
Pernyataan tersebut dikeluarkan sekitar pukul 10:30 pagi (waktu setempat).
Iran, beberapa saat sebelumnya mengumumkan, mereka menutup selat tersebut sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap Lebanon, karena menganggap serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan rapuh mereka dengan Amerika Serikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketegangan yang kembali meningkat muncul ketika para negosiator AS dan Iran diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan tentang implementasi perjanjian tersebut di Swiss.
Wakil Presiden JD Vance, berbicara di Fox News sebelum pengumuman Iran, mengatakan ia berharap akan melakukan perjalanan ke Swiss dalam "beberapa hari ke depan" untuk mengambil bagian dalam negosiasi.
Perusahaan pelacak maritim mengatakan pada hari Jumat bahwa lalu lintas melalui selat tersebut telah meningkat ke tingkat tersibuk dalam dua bulan terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!