Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Kejar Ketertinggalan Literasi

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 19:05 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Kejar Ketertinggalan Literasi Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan guna mendorong pemerataan bahan bacaan hingga ke pelosok desa demi mewujudkan peningkatan literasi nasional. 

"Salah satu problem utama literasi di Indonesia bukan semata ketiadaan minat baca, juga masih rendahnya tingkat ketersediaan dan keterjangkauan akses terhadap bahan bacaan yang bermutu," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5). 

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Senin (25/5), menyatakan kesiapan mereka untuk bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI dalam upaya mengoptimalkan literasi digital di Tanah Air. 

Saat ini, tingkat keterbacaan iPusnas, salah satu layanan Perpusnas, dinilai tinggi meski masih mengalami sejumlah tantangan terkait keamanan digital. 

Menurut Lestari, kolaborasi multi-pihak untuk meningkatkan literasi nasional mendesak untuk direalisasikan. 

Karena, berdasarkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang dirilis Perpusnas pada Maret 2026, skor nasional baru mencapai 40,6, masuk dalam kategori rendah. 

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, angka itu mengkhawatirkan, mengingat target untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 mengharuskan adanya peningkatan signifikan di semua unsur pengukuran, seperti sebaran layanan, koleksi, tenaga perpustakaan, dan keterlibatan masyarakat.

"Bangsa dengan aspek literasi rendah akan tertatih-tatih dalam bersaing di kancah global," tegas Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu. 

Apalagi, ujarnya, data World Population Review bertajuk Average Books Read Per Year by Country 2025  menyebutkan rata-rata masyarakat Indonesia hanya membaca 129 jam per tahun, jauh tertinggal dari India (352 jam) dan Amerika Serikat (357 jam). 

Ironisnya, jelas Rerie, meskipun penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 77-80 persen, skor indeks literasi digital nasional pada 2025 masih stagnan di angka 44,53.

Kondisi itu, menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, menunjukkan bahwa akses teknologi saja tidak cukup tanpa dibarengi peningkatan kemampuan literasi digital itu sendiri.

Rerie menilai, program literasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pegiat literasi wajib diperkuat melalui aksi konkret.

"Saat ini, momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari literasi. Tidak ada kata instan, yang ada adalah kolaborasi yang berkelanjutan," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.