Festival Golo Koe 2026, Saat Iman dan Tradisi Manggarai Berpadu.
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 13:16 WIB | Oleh: Yebdi TrismarMenteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut penyelenggaraan Festival Golo Koe yang diselenggarakan pada 10 sampai 15 Agustus 2026 sebagai sebuah perayaan yang mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai dalam ruang yang terbuka bagi siapa saja.
"Di sinilah saya melihat kekuatan Festival Golo Koe. Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dalam pembukaan festival yang digelar di Kawasan Waterfront City, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Senin (10/8), Widiyanti mengatakan Festival Golo Koe 2026 merupakan bukti bahwa pariwisata tidak selalu dibangun melalui kemegahan atraksi, tetapi juga dapat bertumpu pada nilai-nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan yang tumbuh dari masyarakat.
Mengusung tema "Maria Assumpta Nusantara", Festival Golo Koe memadukan prosesi religi, atraksi budaya, pameran UMKM, serta beragam pertunjukan seni lokal dalam satu perayaan yang merefleksikan kekayaan tradisi sekaligus semangat kebersamaan masyarakat.
Mulai dari pentas seni budaya Nusantara, pameran ekonomi kreatif dan kuliner lokal, edukasi ekologis dan aksi penanaman pohon, pertunjukan tari Caci, karnaval budaya, Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara hingga ekaristi agung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun ini, Festival Golo Koe yang menargetkan 50 ribu pengunjung dengan nilai perputaran ekonomi yang diharapkan melampaui capaian tahun sebelumnya.
"Inilah pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal," ujarnya.
Widiyanti kemudian menambahkan bahwa pada tahun ini Festival Golo Koe kembali masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) sejak terakhir kali pada 2024 lalu. Ini menegaskan posisinya sebagai salah satu agenda unggulan pariwisata Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mengangkat kebudayaan masyarakat sekitar, festival diharapkan dapat memutar roda perekonomian. Widiyanti menyebut pada 2025, Festival Golo Koe mencatatkan kunjungan lebih dari 45 ribu wisatawan. Festival tersebut melibatkan 173 pelaku UMKM, 883 pekerja seni, serta menciptakan 1.473 kesempatan kerja dengan perputaran ekonomi mencapai Rp2,82 miliar.
Ia turut mengapresiasi Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan seluruh pihak yang secara konsisten bergotong royong membangun Festival Golo Koe sebagai ruang kolaborasi yang berkualitas, hingga menjadi salah satu event unggulan Indonesia.
Uskup Labuan Bajo Maksimus Regus mengatakan kehadiran Festival Golo Koe menjadi bagian dari promosi pariwisata sekaligus itikad bersama untuk menjaga keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo.
"Kita ingin agar ruang pariwisata yang bertumbuh dengan cepat, juga memiliki dampak konstruktif bagi kita yang ada di masyarakat lokal."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!