Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada, Paylater Dinilai Dorong Generasi Muda Berperilaku Konsumtif

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspada, Paylater Dinilai Dorong Generasi Muda Berperilaku Konsumtif Doc: antara
Ket. NAILUL HUDA Peneliti Ekonomi Celios - Di tengah ekonomi yang sedang lemah, ada permintaan pembiayaan dari kelompok masyarakat yang terdampak negatif.

Kemudahan akses tanpa agunan dan persetujuan instan menciptakan ilusi bahwa membeli sesuatu itu tidak mahal.

JAKARTA - Salah satu layanan pembayaran yaitu paylater atau fasilitas yang memungkinkan konsumen berbelanja tanpa langsung membayar dinilai telah mengubah pola transaksi masyarakat serta mendorong perilaku konsumtif, terutama di kalangan generasi muda.

Akademisi Ekonomi Syariah Fakultas Studi Islam dan Peradaban Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Syah Amelia Manggala Putri di Yogyakarta, Selasa (26/5) mengatakan bahwa fitur transaksi “beli sekarang, bayar nanti” secara psikologis dapat memicu impulse buying atau pembelian impulsif karena konsumen cenderung meremehkan beban finansial di masa depan.

“Kemudahan akses tanpa agunan dan persetujuan instan menciptakan ilusi bahwa membeli sesuatu itu tidak mahal. Padahal yang terjadi adalah penundaan beban keuangan, bukan penghapusan,” kata Amelia dalam keterangan pers di Yogyakarta.

Menurutnya, mahasiswa menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perkembangan teknologi finansial itu. Kombinasi antara kemudahan transaksi digital, gencarnya promosi, serta pengaruh gaya hidup di media sosial membuat dorongan untuk konsumsi berlebih menjadi sulit terkontrol.

Sebagai dampaknya, lanjut Amelia, muncul kerentanan finansial serius bagi anak muda, mulai dari tumpukan utang, beban stres keuangan, ketegangan sosial, hingga risiko kebocoran data pribadi.

Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, perilaku konsumtif akibat paylater dinilai bertentangan dengan prinsip pengelolaan harta dalam Islam. Islam menekankan pola konsumsi yang proporsional, berorientasi pada kebutuhan, serta menjauhi sifat “israf” (berlebihan) dan “tabdzir” (pemborosan).

“Dalam perspektif "maqashid al-syari’ah", pengelolaan harta harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan mudarat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” tambahnya.

Amelia mengimbau masyarakat agar meningkatkan literasi keuangan sebelum memutuskan menggunakan layanan pembiayaan digital. Pengguna diminta untuk selalu teliti memahami struktur biaya, memastikan kemampuan bayar, dan memeriksa legalitas platform agar terhindar dari persoalan finansial di masa depan.

Ia menegaskan bahwa dalam Islam, kemakmuran tidak diukur dari seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan bagaimana harta tersebut dikelola untuk kemaslahatan.

Kelompok “Unbankable”

Sementara itu, peneliti ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai layanan paylater menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi melemah, terutama kelompok unbankable.

“Di tengah ekonomi yang sedang lemah, ada permintaan pembiayaan dari kelompok masyarakat yang terdampak negatif. Sebagian besar dari mereka adalah kelompok unbankable. Mereka akan mencari pembiayaan alternatif, salah satunya paylater,” ujar Nailul.

Menurutnya, paylater sebenarnya bukan masalah selama digunakan secara bijak. Permasalahan muncul ketika pengguna, terutama generasi muda, tidak mampu mengelola penggunaan layanan tersebut dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.