Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNGGP Gelar Aksi Bersih-bersih Sampah di Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango

📅 Senin, 27 Apr 2026, 18:55 WIB | Oleh:
TNGGP Gelar Aksi Bersih-bersih Sampah di Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Relawan Basecamp Sauyunan Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, Jawa Barat, melakukan operasi bersih sampah dari jalur pendakian hingga puncak gunung.

CIANUR, JAWA BARAT - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menggelar aksi bersih-bersih jalur pendakian Gunung Gede Pangrango Kabupaten Cianjur, Jawa Barat seiring masih banyak pendaki membuang sampah sembarangan, supaya ekosistem kawasan itu tetap bersih dan nyaman.

Juru Bicara Balai Besar TNGGP Agus Deni di Cianjur, Senin (27/4), mengatakan selama ini pihaknya menekankan bahwa pendaki pintar selalu membawa turun sampah yang dihasilkan guna menjaga kelestarian ekosistem taman nasional tersebut.

Pihaknya juga menggencarkan imbauan kepada pendaki agar membawa sampah yang dihasilkan agar tidak merusak lingkungan setempat.

Ia menyayangkan pendakian yang baru dibuka dua pekan terakhir setelah penutupan selama beberapa bulan sebagai upaya pemulihan kembali ekosistem, namun sudah banyak sampah ditinggalkan oknum para pendaki di sejumlah tempat.

"Kami sangat menyayangkan perbuatan pendaki yang tidak bertanggungjawab, seharusnya mereka menjadi pendaki cerdas tidak meninggalkan sampah sedikit pun di area taman nasional karena dapat merusak ekosistem yang ada," katanya.

Dalam waktu dekat, pihaknya bersama relawan akan kembali menggelar bersih-bersih jalur pendakian agar tidak ada lagi sampah menumpuk di sejumlah tempat yang ditinggalkan pendaki tidak bertanggungjawab itu.

Penekanan bagi pendaki untuk membawa sampah yang dihasilkan ketika turun, kata dia, akan lebih digencarkan saat di pintu masuk pendakian, sedangkan pemeriksaan diperketat ketika turun guna memastikan setiap pendaki membawa kembali sampahnya.

20260427185428_bb-tnggp.jpeg

Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Kawasan Cibodas, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Antara/Ahmad Fikri

Pihaknya juga meminta para pendaki tidak melakukan berbagai pelanggaran pendakian, salah satunya menjaga mata air di sepanjang jalur pendakian, tidak membuang sampah, mandi atau buang air.

"Kami sedang melakukan investigasi terkait ada pendaki yang melakukan pelanggaran di sumber mata air di jalur pendakian yang dipakai mandi dan buang air karena dapat mencemari lingkungan dan mereka terancam sanksi maksimal blacklist dari taman nasional," katanya.

Video tumpukan sampah di sepanjang jalur pendakian Gunung Gede Pangrango, viral di media sosial meski pendakian baru dibuka dua minggu terakhir. Sebagian besar tumpukan sampah plastik menghiasi jalur pendakian.

Hal itu berakibat jalur pendakian terhalang tumpukan sampah yang ditinggalkan pendaki tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu, para pendaki diminta berhati-hati dengan pijakannya saat naik atau turun gunung. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.