Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Infrastruktur Ekraf Jadi Sorotan, Kemenekraf Siapkan Strategi Pemetaan Nasional

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 21:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Infrastruktur Ekraf Jadi Sorotan, Kemenekraf Siapkan Strategi Pemetaan Nasional Doc: ANTARA/ Andry Denisah.
Ket. Ilustrasi - Peserta Rakornas PHD mengunjungi salah satu stan ekonomi kreatif di Kantor Gubernur Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (28/8/2025).

JAKARTA – Dukungan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif (ekraf) yang semakin berkembang di berbagai daerah.

Ketersediaan ruang kreatif, akses internet yang memadai, sarana promosi, hingga fasilitas pendukung produksi dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku ekraf di tengah persaingan pasar yang semakin digital dan dinamis.

Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, banyak pelaku ekraf kesulitan memperluas pasar dan mengembangkan inovasi produknya secara optimal.

Karena itu, kolaborasi pemerintah, swasta, dan komunitas kreatif diperlukan agar ekosistem ekonomi kreatif tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga mampu memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) tengah mendalami pemetaan potensi kerja sama dalam mendukung aktivitas pelaku ekonomi kreatif melalui penyediaan infrastruktur dengan berbagai pihak termasuk lintas kementerian/lembaga terkait, sektor swasta maupun pemangku kepentingan lain.

“Saat ini kami masih dalam tahap pemetaan potensi kerjasama untuk penyediaan infrastruktur dalam mendukung aktivitas pelaku ekonomi kreatif, baik dengan kementerian/lembaga terkait, sektor swasta, maupun pemangku kepentingan lainnya,” kata Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Fahmy Akmal melalui keterangan resmi, Rabu (27/5).

Fahmy mengatakan infrastruktur digital dapat diterapkan pada daerah kawasan kreatif di kabupaten/kota di Indonesia untuk mendukung potensi ekonomi kreatif mulai dari daerah.

Ia mengatakan infrastruktur digital dapat diterapkan di semua daerah yang memiliki potensi ekraf tidak hanya pada produk yang berbasis digital namun juga dapat meningkatkan nilai tambah pada potensi ekraf berbasis budaya, desain dan media.

"Tidak terdapat persyaratan infrastruktur digital minimum bagi daerah, mengingat potensi ekraf tidak hanya berbasis digital namun juga berbasis budaya, desain, dan media," katanya.

Sementara itu, Kementerian Ekraf bersama dengan pemerintah daerah terus mendorong kemajuan kawasan ekonomi kreatif di daerah, melalui serangkaian kegiatan seperti Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), Penetapan KaTa Kreatif Indonesia, dan Jejaring Kota Kreatif Dunia UCCN (UNESCO Creative Cities Network).

“Direktorat Fasilitasi Infrastruktur melihat kemajuan pengembangan Kabupaten/Kota sebagai kawasan ekonomi kreatif di daerah yang tercermin pada peningkatan jumlah Kabupaten dan kota yang mendapatkan penetapan kata kreatif Indonesia dan Jejaring Kota Kreatif UCCN. Penambahan jumlah tersebut didasarkan pada penilaian atas sejumlah kriteria terkait pengembangan ekraf di daerah,” kata Fahmy.

Ia menjelaskan Kemenekraf memfasilitasi Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) yang berasal dari permohonan pemerintah daerah melalui metode perencanaan bottom up.

Kegiatan ini merupakan penilaian secara mandiri oleh hexahelix ekraf daerah terdiri atas asosiasi, bisnis, komunitas, pemerintah, media dan lembaga keuangan (ABCGMF) untuk memetakan potensi ekraf di daerah dan menyepakati subsektor ekraf yang akan menjadi lokomotif pengembangan ekraf di daerah tersebut.

Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, saat ini terdapat 86 kabupaten/kota yang telah melaksanakan PMK3I.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Iran: Lalu Lintas Selat Hor...

Rupiah Masih Tertekan, 19 Juni 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 19 J...
Daerah
Warga Manfaatkan Sisa Mater...
Nasional
Hujan Diramalkan Bakal Turu...
Rona
Waow… Inul Bicara Transfo...

Empat Pendaki Gunung Semeru Ditangkap, Ada Apa

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Empat Pendaki Gunung Semeru...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.