Serie A Italia: Como dan Roma Lolos ke Liga Champions, Milan dan Juventus Gagal Total
📅 Senin, 25 Mei 2026, 08:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMILAN, ITALIA — Kejutan besar mewarnai pekan terakhir Serie A musim ini. Como memastikan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah menang telak 4-1 atas Cremonese, Senin (25/5) dini hari WIB. Sementara itu, AS Roma juga sukses mengamankan tempat di empat besar, ketika musim AC Milan berakhir dengan bencana usai kalah 1-2 dari Cagliari.
Kekalahan tersebut membuat Milan tersingkir dari zona Liga Champions setelah penutupan musim yang kacau. Nasib serupa dialami Juventus yang gagal menembus empat besar setelah bermain imbang 2-2 melawan Torino dalam laga yang sempat tertunda lebih dari satu jam akibat kerusuhan suporter.
Kemenangan Como di kandang Cremonese, ditambah kekalahan mengejutkan Milan di San Siro, memastikan tim asuhan Cesc Fabregas menutup musim di posisi keempat. Pencapaian itu menjadi klimaks perjalanan luar biasa klub yang beberapa tahun lalu masih berkutat di divisi bawah sepak bola Italia.
Como mengakhiri musim dengan koleksi poin yang hanya terpaut dua angka dari Roma di posisi ketiga. Tim ibu kota memastikan tiket Liga Champions usai menang 2-0 atas Hellas Verona yang sudah terdegradasi.
Roma akhirnya kembali ke kompetisi elite Eropa setelah terakhir tampil pada 2019, ketika mereka disingkirkan FC Porto di babak 16 besar. Dua gol kemenangan Giallorossi dicetak pemain yang sedang tajam, Donyell Malen dan Stephan El Shaarawy.
Sebaiknya Anda baca juga:
Malen mencetak gol setelah memanfaatkan umpan silang rendah brilian dari Paulo Dybala. Sebelumnya, penalti Malen sempat ditepis kiper Verona, Lorenzo Montipo. El Shaarawy kemudian memastikan kemenangan pada masa injury time dalam laga terakhirnya bersama Roma.
Namun, pencapaian Roma tetap kalah mencolok dibanding kisah sensasional Como. Klub yang belum pernah tampil di kompetisi Eropa itu bahkan masih berada di kasta ketiga sepak bola Italia ketika diakuisisi perusahaan rokok Indonesia, Djarum, pada 2019.
“Ini salah satu pencapaian terbesar dalam karier saya, terutama karena bagaimana kami melakukannya dan bersama siapa kami mencapainya. Tim ini dipenuhi pemain muda, hampir semuanya berusia di bawah 23 tahun. Itu luar biasa,” ujar Fabregas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Turin, gol telat Che Adams memaksa Juventus bermain imbang 2-2 melawan Torino. Hasil itu membuat Juve finis di posisi keenam.
Pertandingan sempat ditunda demi alasan keamanan publik setelah seorang suporter Juventus harus dilarikan ke rumah sakit akibat bentrokan antarsuporter sebelum kickoff.
Hasil imbang Juventus justru semakin menyakitkan bagi Milan. Sebab, hasil seri saja melawan Cagliari sudah cukup membawa tim asuhan Massimiliano Allegri finis di posisi keempat berkat keunggulan head-to-head atas Como.
Milan sebenarnya memulai laga dengan sempurna setelah Alexis Saelemaekers mencetak gol cepat pada menit kedua. Namun, dua gol mudah dari Gennaro Borrelli dan Juan Rodriguez membalikkan keadaan dan menyeret Rossoneri keluar dari empat besar.
Milan hanya mengumpulkan 10 poin dari 10 laga terakhir sejak mengalahkan Inter Milan, sang juara Serie A musim ini. Situasi tersebut membuat manajemen klub, termasuk pemilik RedBird, diperkirakan akan melakukan banyak perubahan pada musim panas nanti.
Meski demikian, Allegri enggan membahas masa depannya usai pertandingan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!