Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelola Sampah dari Hulu, Pemkab Bekasi Targetkan 200 Bank Sampah Tingkat RW Tahun Ini

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelola Sampah dari Hulu, Pemkab Bekasi Targetkan 200 Bank Sampah Tingkat RW Tahun Ini Doc: Pemkab Bekasi
Ket. DLH Pemkab Bekasi melaksanakan pembinaan pembentukan Bank Sampah tingkat RW se-Kabupaten Bekasi tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya (hulu). f

CIKARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menargetkan pembentukan 200 Bank Sampah tahun 2026 ini. Pembentukan Bank Sampah tingkat RW se-Kabupaten Bekasi sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya (hulu).

Katim Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria, menjelaskan tujuan utama program pembentukan Bank Sampah tingkat RW untuk memperkuat bank sampah serta mengurangi volume sampah langsung dari hulu secara terintegrasi.

Langkah ini merupakan implementasi dari UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang menegaskan bahwa memilah sampah bukan lagi sekadar imbauan, melainkan kewajiban masyarakat.

“Pada Pasal 12 undang-undang secara tegas menyatakan, bahwa setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan, salah satu pilar utamanya adalah pemilahan sejak dari rumah,” jelasnya, Rabu, (20/5) lalu.

Nurul Fitria mengatakan, perkembangan program pembinaan bank sampah di tingkat RT dan RW di Kabupaten Bekasi saat ini sedang mengalami transformasi yang positif dan strategis.

“Kami tidak lagi hanya melihat bank sampah sebagai tempat pengumpulan biasa, melainkan sebagai fondasi utama pengurangan sampah dari hulu (masyarakat) agar dapat mengurangi beban (tonase) di TPA Burangkeng,” ujarnya.

Selain itu, penguatan bank sampah juga menjadi bagian penting yang tertuang dalam roadmap penanganan sampah hulu-hilir 2025-2029 serta mendukung program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Dalam proses pembinaan, DLH memberi pelatihan manajemen, pendampingan pemilahan dan penimbangan sampah, pembentukan struktur organisasi, hingga studi tiru ke wilayah yang telah berhasil menjalankan pengelolaan sampah mandiri.

“Pembinaan ini sifatnya berkelanjutan, pertemuan pertama nanti dimulai dengan menghadirkan praktisi bank sampah yang telah berhasil untuk memberikan pemahaman awal. DLH juga akan melakukan monitoring dan evaluasi serta inventarisasi untuk sarana dan prasarana lanjutan yang di butuhkan bank sampah tersebut,” terangnya.

Nurul menyebutkan, target tahun ini 200 bank sampah baru tingkat RW dapat dibentuk. Target tersebut meningkat signifikan dibanding tahun 2025 yang menetapkan pembentukan dan pembinaan bank sampah di 80 RW.

Bank sampah yang telah terbentuk di tahun 2025 tersebut, terus mendapatkan pendampingan dan dibina secara intensif oleh Dinas Lingkungan Hidup agar mampu beroperasi secara mandiri, optimal, dan berkelanjutan.

Hingga saat ini, tercatat terdapat 482 unit bank sampah di Kabupaten Bekasi. Dari jumlah tersebut, DLH juga berfokus untuk terus melakukan evaluasi berkala dan revitalisasi terhadap unit yang pasif agar seluruhnya dapat beroperasi secara konsisten.

“Target jangka panjang kami adalah mewujudkan Satu RW Satu Bank Sampah di seluruh Kabupaten Bekasi. Sebagai langkah bertahap untuk mengejar target tersebut, pada tahun 2025 kami telah menetapkan pembentukan Bank Sampah di 80 RW serta di 2026 ini meningkat signifikan dengan target ekspansi di 200 RW baru,” ungkapnya.

Nurul mencontohkan salah satu percontohan sukses pengelolaan bank sampah berada di Bank Sampah Masdul RW 08 Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat. Ada 3 aspek positif dari Bank Sampah Masdul yang menjadi standar pembinaan DLH ke wilayah lainnya seperti pengolahan sampah total (Zero Wasted Oriented), integrasi ketahanan pangan, serta perputaran sirkular ekonomi riil yang berdampak langsung terhadap nilai tambah ekonomi warga setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

B50 Resmi Jalan, Impor Solar RI Dipangkas 18 Juta Kiloliter

B50 Resmi Jalan, Impor Solar RI Dipangkas 18 Juta Kiloliter

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.