Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gencatan Senjata AS-Iran 60 Hari demi Selat Hormuz

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 20:02 WIB | Oleh:
Gencatan Senjata AS-Iran 60 Hari demi Selat Hormuz Doc: AFP

ISTANBUL - Amerika Serikat dan Iran akan segera meneken perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari yang akan membuka kembali Selat Hormuz, sehingga memungkinkan Iran memulai kembali penjualan minyak dan menciptakan ruang untuk perundingan program nuklir Iran.

Usulan perdamaian yang masih belum difinalisasi tersebut dapat diumumkan paling cepat Ahad ini, kata seorang pejabat AS yang dekat dengan rancangan kesepakatan tersebut, menurut laporan Axios.

Namun demikian, pejabat tersebut memperingatkan bahwa masih ada kemungkinan kesepakatan gagal sebelum ditandatangani.

Menurut usulan nota kesepahaman yang siap diteken, Iran akan membersihkan ranjau di Selat Hormuz dan mengizinkan kapal-kapal lewat tanpa membayar bea lintas.

Sebagai imbalannya, Washington akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran dan menetapkan pembebasan sanksi sementara yang memungkinkan Teheran menjual minyaknya secara bebas dalam waktu 60 hari.

Seorang pejabat AS menyebut kerangka tersebut sebagai "keringanan berdasarkan performa", karena pencabutan tekanan ekonomi akan dilakukan berdasarkan komitmen Iran alih-alih diberikan langsung di awal.

Naskah kesepakatan tersebut juga mencakup komitmen Iran untuk tidak membuat senjata nuklir serta merundingkan penangguhan pengayaan uranium dan penyerahan persediaan uranium diperkaya miliknya.

Keringanan sanksi lebih luas, yang mencakup pencairan dana Iran di luar negeri, akan dibahas dalam periode gencatan senjata, tetapi hanya akan diimplementasikan sebagai bagian dari kesepakatan akhir yang terverifikasi.

Pasukan AS yang ditempatkan di kawasan akan tetap berada dalam posisi mereka selama 60 hari gencatan senjata tersebut, dan hanya akan ditarik mundur setelah perjanjian final tercapai.

Rancangan perjanjian tersebut juga dibuat terkait dengan upaya mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Seorang pejabat AS mengatakan Israel masih akan diizinkan bertindak jika Hizbullah berupaya memulihkan persenjataannya atau memulai serangan kembali.

Adapun sejumlah pemimpin negara Arab dan Islam, termasuk pejabat dari Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, Pakistan, dan Uni Emirat Arab, mendukung pendekatan diplomatik antara kedua pihak.

Pakistan memainkan peranan kunci sebagai mediator, dengan Marsekal Asim Munir terbang langsung ke Teheran untuk mendorong tercapainya kesepakatan.

Gedung Putih juga berharap agar isu-isi yang masih belum selesai dapat disepakati dalam hitungan jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.