Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Amazon Siapkan Ribuan Lapangan Kerja Baru dari Ekspansi AI di Asia Tenggara

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 16:35 WIB | Oleh:
Amazon Siapkan Ribuan Lapangan Kerja Baru dari Ekspansi AI di Asia Tenggara Doc: Amazon
Ket. Tenaga kerja lokal Asia Tenggara yang tengah dilatih oleh Amazon. Perusahaan ini berencana menginvestasikan lebih dari 33 miliar dollar ASI untuk pengembangan infrastruktur AI dan cloud di Asia Tenggara hingga 2039, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

JAKARTA — Amazon berencana menggelontorkan investasi lebih dari 33 miliar dollar AS hingga 2039 untuk memperkuat infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Investasi tersebut diproyeksikan memberi dampak besar terhadap ekonomi digital kawasan, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan penilaian dampak ekonomi perusahaan, investasi tersebut diperkirakan mampu menyumbang lebih dari US$64 miliar terhadap PDB gabungan empat negara tersebut pada 2039. Selain itu, ekspansi infrastruktur cloud dan AI Amazon diproyeksikan mendukung lebih dari 56.300 pekerjaan setara purna waktu setiap tahun melalui rantai pasok pusat data lokal.

Chief Global Affairs and Legal Officer Amazon, David Zapolsky, mengatakan Asia Tenggara menjadi kawasan strategis bagi pengembangan teknologi AI dan cloud global. Saat ini perusahaan ini tengah membangun infrastruktur, melatih tenaga kerja lokal, dan memberdayakan bisnis di kawasan ini.

“Amazon berencana untuk menginvestasikan lebih dari 33 miliar dollar AS di seluruh kawasan Asia Tenggara hingga 2039. Kami tengah membangun infrastruktur, melatih tenaga kerja lokal, dan memberdayakan bisnis di kawasan ini agar bisa bersaing di tingkat global,” ujar Zapolsky dalam keterangannya pada hari Jumat (22/5).

Ia juga menilai pemerintah di Asia Tenggara memiliki peran penting dalam menciptakan iklim investasi yang mendukung pertumbuhan teknologi dan AI.

Perkuat Infrastruktur Cloud di Asia Tenggara

Kehadiran Amazon di Asia Tenggara dimulai sejak peluncuran AWS Region di Singapura pada 2010. Sejak saat itu, perusahaan terus memperluas infrastruktur cloud melalui Amazon Web Services (AWS) ke sejumlah negara, termasuk Indonesia pada 2021, Malaysia pada 2024, dan Thailand pada 2025.

Saat ini Amazon memiliki lebih dari 3.000 karyawan dan sekitar 2.500 tenaga kerja pendukung di kawasan Asia Tenggara. Pada 2025 saja, Amazon telah menginvestasikan lebih dari 3 miliar dollar AS untuk berbagai lini bisnisnya di kawasan, mulai dari AWS, Stores, Devices, hingga Entertainment.

Ekspansi tersebut turut dimanfaatkan berbagai perusahaan dan institusi di Asia Tenggara untuk mempercepat transformasi digital berbasis AI. Perusahaan asal Malaysia, 123RF, misalnya, menggunakan layanan AI Amazon untuk meningkatkan akurasi pencarian visual dan memangkas waktu pencarian konten hingga 90 persen.

Sementara itu, Union Bank of the Philippines memanfaatkan teknologi AI generatif berbasis AWS untuk mempercepat layanan analitik bisnis hingga lima kali lebih cepat. Di Thailand, Sansiri mengembangkan asisten AI yang mampu merespons pertanyaan calon pembeli rumah 30 persen lebih cepat.

Di Singapura, GovTech Singapore mengembangkan platform AI bernama MAESTRO yang membantu lembaga pemerintah membangun solusi AI generatif secara efisien. Dalam sembilan bulan sejak diluncurkan, platform tersebut telah digunakan oleh 20 organisasi sektor publik dan lebih dari 300 ilmuwan data serta insinyur machine learning.

Fokus Pengembangan Talenta AI dan Cloud

Selain investasi infrastruktur, Amazon juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia di bidang cloud dan AI. Sejak 2017, perusahaan mengklaim telah melatih lebih dari 2,7 juta individu di Asia Tenggara dalam keterampilan cloud yang menjadi fondasi pengembangan AI.

Menurut Zapolsky, pengembangan keterampilan digital menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing kawasan di era AI. Amazon menjalankan berbagai program pelatihan bersama pemerintah dan institusi pendidikan di kawasan. Salah satunya melalui program AI Spring di Singapura yang bekerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan untuk melatih 5.000 pelajar per tahun hingga 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.