Studi IBM: CEO di Indonesia Semakin Andalkan AI untuk Ambil Keputusan Strategis
📅 Rabu, 20 Mei 2026, 20:03 WIB | Oleh: Haryo BronoDi sisi lain, penggunaan AI dalam proses pengambilan keputusan diperkirakan terus meningkat. Para CEO memperkirakan pada 2030 sekitar 48 persen keputusan operasional dengan aturan dan parameter yang jelas akan diambil sepenuhnya oleh AI tanpa campur tangan manusia. Angka tersebut meningkat dari 24 persen saat ini.
Sebanyak 95 persen eksekutif yang disurvei juga mengaku mulai mendesentralisasi proses pengambilan keputusan dan mendistribusikan tanggung jawab lebih luas seiring semakin besarnya peran AI dalam operasional perusahaan.
Dalam aspek sumber daya manusia, 75 persen CEO di Indonesia menyatakan keberhasilan implementasi AI lebih ditentukan oleh tingkat adopsi manusia dibandingkan teknologinya sendiri. Antara 2026 hingga 2028, para responden memperkirakan 30 persen karyawan perlu menjalani pelatihan keterampilan baru untuk mengisi peran berbeda, sementara 52 persen lainnya membutuhkan peningkatan keterampilan agar dapat bekerja lebih efektif di posisi mereka saat ini.
Secara global, organisasi yang melakukan transformasi di lima area utama bisnis, yakni teknologi, keuangan, SDM, operasional, dan kolaborasi lintas fungsi, tercatat empat kali lebih mungkin mencapai target bisnis mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, sebanyak 70 persen responden di Indonesia menilai peran kepemimpinan talenta dan teknologi akan semakin terintegrasi, menunjukkan semakin eratnya hubungan antara strategi talenta, teknologi, dan bisnis perusahaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!