Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IKM Kosmetik Naik Daun! Ekspor Tembus USD473 Juta, Kemenperin Siapkan Jurus Baru

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 12:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IKM Kosmetik Naik Daun! Ekspor Tembus USD473 Juta, Kemenperin Siapkan Jurus Baru Doc: istimewa
Ket. Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian, Reni Yanita dalam acara Pre-Event Temu Bisnis bertema Local Supply Chain for Cosmetic Industry pada 6–8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKM) bersama Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia Perkosmi mempererat kolaborasi untuk memperkuat ekosistem IKM kosmetik nasional. Fokusnya pada perluasan kemitraan dan penguatan rantai pasok bahan baku dalam negeri agar daya saing industri makin meningkat di pasar domestik maupun global.

Pertumbuhan industri kosmetik dalam negeri memang menunjukkan tren positif. Data BPOM mencatat jumlah pelaku usaha kosmetik naik dari 1.292 pada 2024 menjadi lebih dari 1.500 di akhir 2025. Sekitar 90 persen di antaranya adalah IKM. Nilai ekspor juga naik dari USD417 juta pada 2024 menjadi USD473,8 juta pada 2025.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai sektor ini punya prospek besar seiring meningkatnya permintaan pasar. Menurutnya, jumlah pelaku yang bertambah harus diimbangi dengan kualitas produk, inovasi, dan ekosistem industri yang lebih kuat.

“Dengan semakin banyaknya pelaku usaha, kami berharap industri kosmetik tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi lebih besar pada ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Agus di Jakarta, Selasa (19/5).

Ia mengakui IKM kosmetik masih menghadapi sejumlah tantangan. Untuk itu, penyelesaian perlu dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, akademisi, industri besar, hingga masyarakat.

“Kemitraan menjadi kunci memperkuat daya saing IKM. Lewat kemitraan, pelaku usaha bisa lebih mudah mendapatkan bahan baku, memperluas akses distribusi, hingga masuk ke rantai pasok industri besar. Hasilnya ekosistem yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” jelas Agus.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menambahkan, penguatan IKM kosmetik dijalankan melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan pemda, BPOM, perguruan tinggi, lokapasar, ritel, hingga industri besar. Para pihak ini sudah menjalin kerja sama langsung dengan pelaku IKM.

Sebagai langkah konkret, Ditjen IKMA menggelar Pre-Event Temu Bisnis bertema Local Supply Chain for Cosmetic Industry pada 6–8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara. Acara ini bagian dari rangkaian pameran Indonesia Cosmetics Ingredients ICI 2026 yang diinisiasi Perkosmi.

Reni menjelaskan, kegiatan ini menjadi tahap awal sebelum temu bisnis utama yang dijadwalkan September 2026. Booth khusus disediakan untuk mempertemukan IKM dengan calon mitra usaha.

“Booth ini menjadi ruang bagi IKM untuk memperluas jejaring, membuka peluang kemitraan, dan menjajaki kerja sama yang bisa meningkatkan transaksi serta investasi di sektor kosmetik,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, IKM juga diberi kesempatan mengidentifikasi kebutuhan dan melakukan penjajakan awal dengan pemasok bahan baku, jasa maklon, penyedia kemasan, hingga jaringan distribusi. Tujuannya memperkuat jejaring usaha sekaligus mendorong hilirisasi bahan baku lokal.

Terus kawal

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menyatakan Ditjen IKMA akan terus mengawal tindak lanjut hasil pertemuan bisnis. Sebanyak 29 IKM kosmetik binaan hadir dalam pre-event business matching dan diharapkan bisa memanfaatkan ajang ICI 2026 untuk memperluas jaringan.

“Sekarang IKM sudah mulai mengirim sampel produk ke calon mitra potensial. Kami akan kawal prosesnya agar terbentuk ekosistem kosmetik yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan,” pungkas Budi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pakar Kesehatan Imbau Warga...

Pembangunan Jakarta Harus Berdampak Riil bagi Rakyat  

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan Jakarta Harus B...

Jakarta Tetap Kuat di Tengah Gonjang-ganjing Global

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Tetap Kuat di Tenga...
Daerah
Wamenpar Serukan Pelaku Wis...
Megapolitan
Akses ke  JIS Makin Mudah, ...
Nasional
BNN: Narkotika Varian Cair ...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.