Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Status Gunung Semeru Mei 2026: Tetap Level III Siaga, Ini Rekomendasi Radius Bahayanya

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 04:05 WIB | Oleh:
Status Gunung Semeru Mei 2026: Tetap Level III Siaga, Ini Rekomendasi Radius Bahayanya Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Gunung Semeru erupsi pada Minggu malam (17/5).

LUMAJANG - Badan Geologi memutuskan untuk mempertahankan status aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan bahwa aktivitas Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih tinggi selama sepekan terakhir, sehingga statusnya tetap pada Level III atau Siaga.

"Semeru pada periode 8-15 Mei 2026 memperlihatkan bahwa aktivitasnya masih didominasi oleh proses permukaan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin.

Menurut dia aktivitas erupsi, awan panas, dan guguran lava Gunung Semeru masih terjadi, namun secara visual jarang teramati karena terkendala oleh cuaca yang berkabut.

"Akumulasi material hasil erupsi berupa letusan dan aliran lava maupun pembentukan 'scoria cones' berpotensi menjadi guguran lava pijar, atau pun awan panas," katanya.

Ia mengatakan jumlah gempa yang terekam menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Semeru masih relatif tinggi, terutama gempa letusan, guguran, embusan, tremor harmonik, dan vulkanik dalam.

Terekamnya kejadian getaran banjir dalam periode itu mengindikasikan adanya lahar di aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama mengarah ke aliran Besuk Kobokan.

Evaluasi terhadap data pemantauan menunjukkan bahwa awan panas yang masih terjadi saat ini merupakan respons
dari material permukaan yang tidak stabil, bukan akibat proses magmatik.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Mei 2025, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III atau Siaga," kata Lana.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III, sehingga rekomendasinya yakni masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.