Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rafale TNI AU Dinilai Harus Didukung Industri Pertahanan Dalam Negeri agar Tak Bergantung Asing

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rafale TNI AU Dinilai Harus Didukung Industri Pertahanan Dalam Negeri agar Tak Bergantung Asing Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan penerbang TNI AU saat serah terima alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Pemerintah kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5).

Jakarta - Analis dan Pemerhati Pertahanan dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris), Hanif Rahadian, menilai kehadiran pesawat tempur Dassault Rafale harus didukung penguatan industri pertahanan dalam negeri agar Indonesia tidak bergantung pada pihak asing untuk suku cadang dan teknologi pendukung operasional.

“Penguatan kapasitas industri pertahanan nasional menjadi penting agar dukungan pemeliharaan dan sustainment armada TNI AU dapat berjalan secara konsisten, mandiri, dan berkelanjutan,” kata Hanif di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut dia, pemerintah perlu memperkuat kemampuan pemeliharaan, perawatan, dan penyediaan suku cadang melalui industri pertahanan nasional guna menjamin operasional alutsista dalam jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian konflik global.

Hanif menilai konflik berkepanjangan berpotensi memengaruhi negara produsen sehingga dapat menghambat produksi maupun distribusi suku cadang Rafale ke Indonesia. Karena itu, ia berharap kehadiran Rafale dapat mendorong industri pertahanan nasional meningkatkan inovasi dan kapasitas produksinya.

Selain menyoroti aspek industri pertahanan, Hanif juga menilai Rafale menjadi lompatan teknologi penting bagi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara karena merupakan pesawat tempur generasi 4,5 pertama yang dimiliki Indonesia.

“Akuisisi pesawat tempur Rafale, yang diproyeksikan menjadi backbone kekuatan udara Indonesia di masa depan, menghadirkan lompatan teknologi signifikan dalam pembangunan kekuatan TNI AU,” ujarnya.

Hanif menjelaskan Rafale memiliki sejumlah kemampuan strategis, termasuk penggunaan rudal Meteor, rudal stand-off SCALP EG, serta rudal anti-kapal AM39 Exocet yang dinilai mampu meningkatkan daya gentar dan fleksibilitas operasi udara TNI AU.

Namun, ia mengingatkan TNI AU perlu segera mengintegrasikan Rafale beserta perangkat canggihnya dengan doktrin pertahanan yang dianut TNI, disertai penguatan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung.

“Pengadaan ini tetap menjadi langkah penting dalam memperkecil kesenjangan teknologi dan meningkatkan kapabilitas pertahanan udara nasional,” kata Hanif.

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia menerima enam unit Rafale beserta seperangkat rudalnya. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Panglima TNI Agus Subiyanto, kemudian diserahkan kepada Kepala Staf TNI AU I Nyoman Suadnyana di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (18/5).

Enam pesawat tersebut akan ditempatkan di Skadron 12, Lanud Roesmin Nurjadin. Saat ini Indonesia masih menunggu pengiriman 36 unit Rafale lainnya yang diproduksi oleh Dassault Aviation di Prancis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.