Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival dan Lomba Dolanan Anak untuk Lestarikan Tradisi

2 Selasa, 19 Mei 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival dan Lomba Dolanan Anak untuk Lestarikan Tradisi Festival dan Lomba Dolanan Anak untuk Lestarikan Tradisi Doc: Antara

Semarang - Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar Festival dan Lomba Dolanan Anak 2026 untuk melestarikan tradisi masyarakat, dengan berbagai dolanan atau permainan anak.

Kasubdit Konservasi Unnes Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu upaya konservasi.

"Salah satu dari tiga pilar konservasi itu adalah seni dan budaya. Nah, di sinilah kami menyelenggarakan festival dolanan anak dan folklore ini. Dengan harapan mengenalkan kembali nilai-nilai lebih ke seni budaya ke anak-anak," katanya.

Ia menjelaskan bahwa rencananya festival tersebut menjadi agenda tahunan Unnes, apalagi tahun lalu juga pernah menggelar, tetapi digabung antara dolanan dan olahraga tradisional.

Riuh suara anak-anak terdengar di Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, ada yang bermain dolanan anak, seperti engklek, egrang, bakiak, hingga lompat tali.

Ada pula anak-anak yang tampil berlomba pada kelompok folklore dan ketapel, dengan lokasi terpisah yang dinilai oleh masing-masing juri.

Untuk tahun ini, kata Nana yang juga ketua panitia festival, dikhususkan dolanan anak yang diikuti peserta dari 16 sekolah dasar (SD) di Kota Semarang.

"Kalau (tahun, red.) kemarin kan lebih banyak ke olahraga tradisional. Tahun ini lebih ke folklore dan dolanan. Untuk olahraganya nanti di FIK (Fakultas Ilmu Keolahragaan)," katanya.

Ia menjelaskan bahwa peserta pada kategori folklore diberikan kesempatan masing-masing 15 menit untuk tampil, baik dolanan anak, olahraga tradisional, maupun melantunkan tembang Jawa.

Menurut dia, dolanan anak adalah budaya yang sarat dengan nilai, seperti penguatan karakter, sportivitas, kreativitas, inovasi, dan tentunya nilai-nilai kebersamaan.

"Apalagi, ini kan era digital yang luar biasa, kami kepengin anak-anak itu bukan hidup dengan dirinya sendiri, individual, atau sibuk dengan gadgetnya, terutama dengan adanya aturan pemerintah soal gadget untuk anak di bawah 16 tahun," katanya.

Tidak sekadar bermain dolanan anak, para siswa yang hadir juga hanya diperbolehkan berkomunikasi dengan bahasa Jawa, sebagai bahasa ibu yang harus dikuasai oleh masyarakat Jawa.

"Meskipun itu (yang dipakai, red.) bahasa Jawa Ngoko (kasar, red.). Yang penting anak-anak ini mengenal kembali bahasa ibu," katanya.

Untuk aspek penilaian, kata dia, yakni kekompakan, ekspresi penghayatan, kreativitas, dan orisinalitas yang dinilai oleh juri dari kalangan akademisi dan praktisi seni budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Perempuan Disiapkan Kredit Rp2,6 Triliun dengan Bunga Tetap

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perempuan Disiapkan Kredit ...

Memerangi Berita Bohong Menjadi Tugas Bersama

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Memerangi Berita Bohong Men...
Megapolitan
Program Bedah Rumah Merah P...

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.