Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumedang Siapkan 75 Titik Irigasi Hadapi Ancaman El Nino Berkepanjangan

📅 Senin, 18 Mei 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sumedang Siapkan 75 Titik Irigasi Hadapi Ancaman El Nino Berkepanjangan Doc: Antara
Ket. Seorang petani dari kejauhan terlihat membawa alat garisan sawah (Caplak) di Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat.

Sumedang - Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan 75 titik jaringan irigasi tersier sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino berkepanjangan yang berisiko memicu kekeringan di wilayah pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumedang Tono Soehartono mengatakan penguatan irigasi menjadi prioritas karena sejumlah wilayah sentra pangan di Sumedang masih rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau panjang.

“Untuk jaringan irigasi tersier, kami sudah siapkan sekitar 75 titik di wilayah rentan untuk diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna bisa menghadapi ancaman kekeringan,” kata Tono di Sumedang, Senin (18/5).

Menurut dia, usulan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan air pertanian, khususnya di kawasan utara Sumedang seperti Ujungjaya, Tomo, dan Surian yang dikenal sebagai lumbung padi daerah namun rawan terdampak El Nino.

Tono menjelaskan pemerintah daerah telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan berdasarkan pengalaman El Nino pada 2023 lalu.

“Pemetaan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan saat El Nino 2023, sehingga kita sudah bisa mengantisipasi titik-titik yang berpotensi terdampak,” ujarnya.

Saat ini, Sumedang memiliki jaringan irigasi pertanian dengan total panjang sekitar 2,1 juta meter yang mengairi sekitar 30 ribu hektare sawah. Lebih dari 70 persen jaringan tersebut disebut masih dalam kondisi baik.

Meski demikian, Pemkab Sumedang tetap mengajukan penguatan infrastruktur karena ancaman penurunan curah hujan dinilai dapat mengganggu produktivitas pertanian.

“Karena kemampuan APBD terbatas, kami intens berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mendapatkan dukungan,” katanya.

Selain pembangunan irigasi tersier, pemerintah daerah juga mengusulkan program pompanisasi, pipanisasi, dan pembangunan sumur dalam ke Kementerian Pertanian serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Sebagian usulan tersebut disebut telah mendapat respons dari pemerintah pusat dan kini tengah disiapkan calon penerima serta calon lokasi program.

Di sisi lain, Pemkab Sumedang juga mulai mengembangkan penggunaan energi listrik untuk pompa irigasi melalui kerja sama uji coba dengan Perusahaan Listrik Negara atau PLN.

“Dari hasil uji coba, penggunaan listrik untuk pompa irigasi lebih hemat sekitar 25 persen dibandingkan BBM,” ujar Tono.

Ia berharap langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan Sumedang sehingga produksi pertanian tetap terjaga meski menghadapi ancaman El Nino berkepanjangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Meriahnya Pembukaan Asian P...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.