Moneter Bukan Obat Segalanya, Krisis Rupiah Butuh Langkah Lebih Besar
📅 Senin, 18 Mei 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun Marwan menekankan penguatan kepercayaan terhadap rupiah adalah tanggung jawab bersama. Stabilitas nilai tukar, katanya, tidak hanya bergantung pada kebijakan moneter, tapi juga optimisme masyarakat dan pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi.
“Kalau bukan kita yang menjaga rupiah, siapa lagi. Kepercayaan terhadap mata uang sendiri harus terus dibangun,” kata Politisi Fraksi Demokrat itu.
Marwan mengingatkan setiap kenaikan suku bunga punya dampak langsung ke sektor riil. Meski bisa membantu stabilisasi rupiah, suku bunga tinggi juga menaikkan beban pinjaman, terutama bagi UMKM yang sensitif terhadap biaya kredit.
“Kalau suku bunga terlalu tinggi, akses pembiayaan UMKM terganggu. Padahal kita butuh sektor ini tumbuh dan menyerap tenaga kerja,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menekankan pertumbuhan ekonomi harus berkualitas, bukan hanya tinggi di angka. Pertumbuhan harus menciptakan lapangan kerja formal, menaikkan kesejahteraan, dan memperkuat daya beli.
Marwan menambahkan, pelemahan rupiah tidak selalu merugikan. Untuk komoditas ekspor seperti sawit, karet, jagung, dan singkong, depresiasi rupiah bisa menaikkan pendapatan petani. Namun pemerintah dan BI tetap harus menjaga agar dampak positif itu tidak diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (18/5), melemah jadi Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang 2026, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga penutupan perdagangan pada 18 Mei melemah 897 poin atau sekitar 5,35 persen. Kurs rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (18/5), di posisi 17.668 rupiah per dollar AS, sedangkan pada 30 Desember 2025 berada di level 16.771 rupiah per dollar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!