Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lebak Minta Masyarakat Kasepuhan Tingkatkan Produksi Pangan

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 16:07 WIB | Oleh:
Pemkab Lebak Minta Masyarakat Kasepuhan Tingkatkan Produksi Pangan Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Masyarakat kasepuhan di Kabupaten Lebak setiap musim panen padi menyimpan gabah di lumbung pangan atau leuit sebagai cadangan pangan keluarga.

Lebak, Banten -- Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mendorong masyarakat Kasepuhan dapat meningkatkan produksi pangan yang awalnya lima ton menjadi enam ton gabah kering pungut (GKP) per hektare.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Senin, mengatakan saat ini di berbagai wilayah masyarakat Kasepuhan memasuki panen raya, termasuk di Kasepuhan Cisitu, Kecamatan Cibeber.

Panen raya itu dipastikan dapat memenuhi ketersediaan pangan masyarakat juga peningkatan ekonomi masyarakat setempat, ujar dia.

Oleh karena itu, ia mengatakan Pemkab Lebak berharap petani dari masyarakat adat Kasepuhan dapat meningkatkan produksi pangan dari lima sampai enam ton GKP per hektare.

Masyarakat Kasepuhan, lanjutnya, melakukan panen raya setahun sekali dengan masa panen enam bulan karena menggunakan varietas benih lokal.

"Semua petani masyarakat Kasepuhan panen padi enam bulan dan selanjutnya dikembangkan budi daya ikan emas, mujaer dan nila," katanya menjelaskan.

Menurut dia, sudah sejak lama masyarakat Kasepuhan berdaulat pangan dan dan terus menjalankan kearifan lokal seperti leuit (lumbung padi) yang mampu menjaga cadangan pangan jangka panjang.

Pola tanamnya, ia mengatakan juga berkelanjutan dan berbasis kecukupan, bukan berlebihan.

"Menurut saya ini adalah kekuatan dan potensi besar. Pemanfaatan lahan ulayat adat oleh masyarakat Kasepuhan ikut mendukung ketahanan pangan daerah, dan harus terus disinergikan tanpa menghilangkan kearifan lokal yang sudah ada," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Ketua Umum Adat Kasepuhan Banten Kidul (SABAKI) Sukanta mengatakan masyarakat Kasepuhan hingga kini belum mengalami krisis pangan dari hasil pertanian padi sawah.

Persediaan pangan masyarakat Kasepuhan dari hasil panen padi melimpah dan disimpan di leuit sebagai cadangan pangan keluarga hingga bertahan usia puluhan tahun, dan masyarakat adat melarang menjual pangan.

"Kami mengapresiasi pengakuan dari pemerintah melindungi hak ulayat sehingga masyarakat Kasepuhan merasa tenang, nyaman untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto pada program swasembada pangan. Dan bila masyarakat adat itu tidak dilindungi dipastikan tidak bisa menggarap sektor pertanian untuk memenuhi kedaulatan pangan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.