Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Klaim Swasembada Pangan, Faktanya Indonesia Impor 3,5 Juta Ton Tiap Tahun

📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 09:38 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Klaim Swasembada Pangan, Faktanya Indonesia Impor 3,5 Juta Ton Tiap Tahun Doc: istimewa
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat memaparkan capaian swasembada pangan dalam diskusi interaktif bersama pengamat, akademisi, dan pers di Gudang Filial Perum Bulog Karawang, Jawa Barat, Rabu (23/4)

JAKARTA— Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, memaparkan capaian swasembada pangan Indonesia di tengah diskusi interaktif bersama pengamat, akademisi, dan pers di Gudang Filial Perum Bulog Karawang, Jawa Barat, Rabu (23/4).

Amran menegaskan, impor pangan pokok strategis untuk kebutuhan konsumsi hanya sekitar 5 persen. Angka itu masih di bawah batas maksimal 10 persen sesuai definisi swasembada dari The Food and Agriculture Organization (FAO).

"Total impor 3 pangan pokok strategis 3,5 juta ton terdiri dari kedelai 2,6 juta ton, bawang putih 600 ribu ton, dan daging ruminansia 350 ribu ton," jelas Amran.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi 11 pangan pokok selama setahun mencapai 68,7 juta ton. Jika dibandingkan, porsi impor terhadap kebutuhan konsumsi tercatat 5,1 persen.

"Kalau 3,5 juta ton dibagi kebutuhan 68 juta ton, itu 5 persen lebih sedikit. Definisi yang kita sepakati, swasembada pangan adalah maksimal impor 10 persen, ini konsensus FAO, dan kita 5 persen," bebernya.

Produksi 73,7 Juta Ton, Beras Dominan  

Amran merinci, 11 pangan pokok yang dimaksud meliputi beras, jagung pakan, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur ayam, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, dan daging sapi/kerbau. Produksi dalam negeri 11 komoditas itu mencapai 73,7 juta ton per tahun.

"Jadi swasembada pangan, ketahanan pangan, kemandirian pangan dalam waktu yang bersamaan, hari ini selesai. Pangan sesuai Perpres 125/2022 ada 11 komoditas, dengan beras porsi konsumsi paling tinggi," kata Amran.

Dari total konsumsi 68,7 juta ton, beras menyumbang 45,2% atau 31,1 juta ton. Karena itu, pemerintah memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap kokoh.

Stok Beras Bulog Tembus 5 Juta Ton  

Bapanas mencatat, stok beras Bulog per 23 April 2026 mencapai lebih dari 5 juta ton. Angka itu melesat 264,2% dibanding periode sama 2 tahun lalu yang hanya 1,37 juta ton. Dibanding 23 April 2025 yang 3,01 juta ton, stok naik 65,8%.

Serapan setara beras dari produksi dalam negeri per 23 April 2026 juga meroket ke 2,31 juta ton. Capaian ini naik 790% dibanding Januari–April 2024 yang 259,9 ribu ton, dan naik 29,4% dari Januari–April 2025 yang 1,78 juta ton.

“Kenapa swasembada pangan identik dengan beras? Karena komposisi konsumsi orang Indonesia bisa 60, 70, 80 persen, sehingga pangan selalu identik dengan beras,” jelas Amran.

“Intinya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, satu, pangan beres. Dua, protein beres. Karbohidrat dan protein sudah terpenuhi,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.