Kemenperin-LPEI Dorong IKM Daerah Tembus Pasar Ekspor
📅 Senin, 18 Mei 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar global.
Lewat kolaborasi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Kemenperin memacu pengembangan sentra IKM berbasis potensi daerah melalui pembinaan terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas usaha hingga pembukaan akses ekspor.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pembinaan sentra IKM dijalankan sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP) yang fokus mengembangkan produk unggulan daerah berbasis kearifan lokal.
Pendekatan ini, menurutnya, tidak hanya membuat produk lebih kompetitif, tapi juga menguatkan ekonomi masyarakat dan kemandirian daerah.
“OVOP diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan daerah agar menghasilkan produk yang berdaya saing, diterima pasar nasional maupun global, sekaligus memberi dampak positif bagi ekonomi daerah,” ujar Agus di Jakarta, Senin (18/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak 2013, Kemenperin melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka konsisten menjalankan program OVOP. Hingga kini penghargaan OVOP sudah digelar lima kali, yakni 2013, 2015, 2018, 2022, dan 2024, sebagai instrumen strategis memperkuat ekosistem IKM berbasis sentra.
Pada 2026, Kemenperin menggandeng LPEI untuk menghadirkan pembinaan yang lebih menyeluruh melalui sinergi Program OVOP Go Global dan Program Desa Devisa. Fokusnya pada Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, yang dinilai siap bersaing di pasar ekspor.
“Pemilihan Sentra IKM Rendang Payakumbuh didasarkan pada kesiapan SDM, kualitas produk, kelembagaan sentra, serta potensi pasar ekspor yang menjanjikan,” jelas Agus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sentra tersebut juga mendapat dukungan Dana Alokasi Khusus untuk revitalisasi sarana produksi. Tujuannya memperkuat posisi rendang sebagai produk unggulan yang bisa menembus pasar nasional, termasuk segmen haji dan umrah, serta pasar ekspor.
Pendampingan dimulai dengan sosialisasi pada 12 Mei 2026 di Sentra IKM Rendang Payakumbuh. Kegiatan ini diikuti pelaku IKM anggota sentra, seperti IKM OVOP bintang tiga Rendang Gadih dan IKM OVOP bintang dua Rendang Riry, serta Dinas Perindustrian Sumbar dan Kota Payakumbuh.
Agus berharap program ini bisa menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi sentra IKM di Indonesia agar lebih siap masuk pasar global melalui penguatan kapasitas, adopsi teknologi, dan sinergi antar pemangku kepentingan.
Desa Devisa
Dirjen IKMA Reni Yanita menambahkan, selain penguatan manajemen usaha dan daya saing produk dari Ditjen IKMA, LPEI melalui Program Desa Devisa juga memberi pendampingan akses pasar ekspor. Ditjen IKMA turut memfasilitasi penerapan teknologi industri 4.0 agar kapasitas dan kualitas produk sesuai standar ekspor.
“Dukungan ini diharapkan meningkatkan efisiensi produksi, konsistensi mutu, higienitas, kapasitas produksi, serta kesiapan IKM rendang memenuhi pasar domestik dan global,” kata Reni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!