Kemenperin-LPEI Dorong IKM Daerah Tembus Pasar Ekspor
📅 Senin, 18 Mei 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim PenulisSekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menyebut, berdasarkan Kepmenperin Nomor 3174 Tahun 2024, ada 113 IKM OVOP di sektor makanan dan minuman, kain tenun, batik, anyaman, hingga gerabah. Sumatera Barat memiliki 22 IKM OVOP, terbanyak kedua setelah DI Yogyakarta.
Program pendampingan dirancang berbasis kebutuhan pasar ekspor. IKM peserta akan melalui kurasi dan pendampingan agar memenuhi standar pasar global. Sampel produk terpilih juga akan dipromosikan LPEI ke calon buyer dan aggregator internasional.
Pemilik IKM Rendang Riry, Haris Budiman, mengaku OVOP memberi dampak positif sejak 2013. Kini kapasitas produksinya mencapai 200 kg per hari dengan 12 tenaga kerja.
Senada, pemilik IKM Rendang Gadih, Dedy Syandera Putera, menyebut program ini membantu peningkatan kualitas, promosi, desain kemasan, hingga perluasan jaringan buyer. Produk Rendang Gadih bahkan sudah ekspor ke Australia, Taiwan, dan Jerman.(ers)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!