Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dibayangi Sanksi AS, Indonesia Tetap Buka Keran Impor Minyak Rusia

📅 Senin, 18 Mei 2026, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dibayangi Sanksi AS, Indonesia Tetap Buka Keran Impor Minyak Rusia Doc: ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalima
Ket. Arsip - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara).

JAKARTA – Keputusan Indonesia tetap mengimpor minyak dari Rusia di tengah bayang-bayang sanksi AS menunjukkan bahwa pertimbangan ketahanan energi dan efisiensi biaya masih menjadi prioritas utama.

Dalam situasi harga energi global yang fluktuatif, pasokan minyak dengan harga lebih kompetitif dapat membantu menekan beban impor dan menjaga stabilitas pasokan domestik.

Namun, langkah tersebut juga menempatkan Indonesia pada posisi yang sensitif dalam dinamika geopolitik internasional.

Risiko sanksi sekunder, hambatan sistem pembayaran, hingga tekanan diplomatik dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kelancaran perdagangan energi.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa kebijakan energi kini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi, tetapi juga erat dengan strategi menjaga keseimbangan hubungan luar negeri.

Indonesia tetap mengimpor minyak dari Rusia meskipun relaksasi sanksi penjualan minyak Rusia oleh Amerika Serikat berakhir pada 16 Mei 2026.

“Masih tetap berproses. Kemarin kan Pak Wamen (Wakil Menteri ESDM Yuliot) kembali dari sana (Rusia). Jadi, proses tetap berjalan,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/5).

Laode menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sikap bebas aktif dalam perpolitikan luar negeri. Di sisi lain, Indonesia juga merupakan anggota dari BRICS, organisasi blok ekonomi Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.

“Intinya, secara negara pun kita kan bebas aktif. Jadi, itu. Apalagi kita juga anggota BRICS,” ujar Laode.

Salah satu upaya dalam menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global adalah melakukan impor minyak mentah atau crude dari Rusia yang akan segera masuk Indonesia.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.

Pemerintah saat ini memprioritaskan ketersediaan seluruh jenis bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Sementara itu, pada 14 April, Departemen Keuangan AS menyatakan akan mengakhiri pengecualian sanksi terhadap minyak Iran. Selanjutnya, pada 17 April, departemen tersebut mengeluarkan lisensi umum yang mengizinkan penjualan minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal per 17 April hingga 16 Mei.

Dengan demikian, pada 16 Mei 2026, relaksasi sanksi penjualan minyak Rusia berakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

36 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.