Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Surat Edaran Idul Adha Tanpa Plastik Resmi Diterbitkan Pemkab Kulon Progo.

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 22:17 WIB | Oleh:
Surat Edaran Idul Adha Tanpa Plastik Resmi Diterbitkan Pemkab Kulon Progo. Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Ade Wahyudiyanto.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 600.4.1/1166/2026 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa Plastik untuk mengurangi sampah plastik di wilayah itu.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Ade Wahyudiyanto di Kulon Progo, Minggu, mengatakan surat edaran (SE) ini memuat imbauan tegas kepada masyarakat serta panitia penyelenggara ibadah kurban.

"Langkah ini sebagai upaya nyata Pemkab Kulon Progo menekan volume sampah plastik yang biasanya melonjak selama pendistribusian daging kurban. Sehingga, timbunan sampah plastik menjadi biang masalah baru," kata Ade.

Menurut Ade, kebijakan Idul Adha tanpa plastik sebenarnya sudah mulai diperkenalkan pada 2025. Namun, pelaksanaan tahun ini dipastikan akan jauh lebih masif dan terukur, karena telah memiliki payung hukum yang jelas melalui surat edaran tersebut.

"Kami berupaya mengurangi sampah plastik semaksimal mungkin. Harapnya tempat pembuangan akhir sampah yang ada di Kulon Progo tidak penuh sampah plastik," katanya.

DLH Kulon Progo mencatat saat ini sampah plastik mendominasi hingga 30 persen dari total timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuroto. Karakteristik plastik yang sulit terurai membuat kapasitas penampungan TPA kian menyusut.

Selain ancaman terhadap lingkungan akibat kandungan zat berbahaya seperti dioksin dan furan, penggunaan plastik konvensional untuk membungkus daging juga menyimpan risiko besar bagi kesehatan manusia.

"Plastik wadah daging memiliki kandungan karsinogenik yang mempengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang," kata Ade.

Di sisi lain, lanjut Ade, Pemkab Kulon Progo memanfaatkan momentum kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini sebagai pemantik agar masyarakat lebih rela beralih ke alternatif lain yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai gantinya, Ade menyarankan panitia kurban untuk menggunakan wadah-wadah tradisional yang mudah terurai dan aman bagi kesehatan, seperti besek bambu, daun jati, dan daun kelapa.

Selain mengandalkan panitia, pemerintah juga mendorong skema alternatif dimana masyarakat atau penerima kurban diimbau untuk membawa wadah sendiri dari rumah guna meminimalkan penggunaan kemasan sekali pakai.

"Melalui kebijakan ini, Pemkab Kulon Progo berharap dapat mengikis ketergantungan pada plastik sekaligus mengubah pola pikir masyarakat demi kelestarian lingkungan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Anggara
Anggara
17 May 2026, 22:33 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Ukraina Klaim Produksi Miny...
Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...

Harga Cabai Rawit Rp73.000/Kg, Telur Ayam Rp29.550/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
Daerah
Pemkab Sigi: 787 Rumah Rusa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.