Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Siagakan 9 HEOC Pastikan Penanganan Kesehatan Warga Pascagempa NTT Ditindaklanjuti

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 08:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Siagakan 9 HEOC Pastikan Penanganan Kesehatan Warga Pascagempa NTT Ditindaklanjuti Doc: Kemenkes
Ket. Layanan kesehatan pascagempa di Nusa Tenggara Timur.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan mengaktifkan 9 HEOC (Health Emergency Operation Center) untukmemperkuat koordinasi, pemantauan situasi, serta memastikan kebutuhan kesehatan pasca-gempaNTT segera ditindaklanjuti.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa, mengatakan langkah utama yang dilakukan saat ini adalah memastikan seluruh rumah sakit di kabupaten/kota terdampak dapat kembali berfungsi secara optimal, terutama untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan.

Oleh karena itu pihaknya bergerak cepat menangani dampak gempa NTT dengan memprioritaskan pemulihan fungsi layanan kesehatan di wilayah terdampak. Selain itu mengerahkan tim manajemen krisis dan Emergency Medical Team (EMT), serta menyiapkan Rumah Sakit (RS) Lapangan dan dukungan logistik kesehatan.

"Selain itu Kemenkes telah mengirimkan dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende serta dua  tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis di lokasi terdampak," kata Menkes.

Pada 16 Agustus 2026 Kemenkes mendistribusikan delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril, 20.000 masker bedah, 10 oksigen konsentrator, serta dua tenda pos kesehatan.

"Selain itu sebanyak delapan tenda tambahan juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan," ujar Menkes.

Pihaknya menargetkan dalam waktu paling lama satu minggu seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan layanan dasar. Pemulihan difokuskan pada layanan yang bersifat esensial, khususnya operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, gempa tersebut berdampak pada delapan  kabupaten/kota di NTT yakni Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

Informasi sementara menunjukkan lokasi yang membutuhkan perhatian lebih berada di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. Untuk memperkuat pelayanan di kedua lokasi tersebut, RS Lapangan yang dilengkapi fasilitas operasi serta EMT telah bergerak pada 16 Agustus 2026.

Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kemenkes mengirimkan satu set RS Mobil pada Senin (17/8), yang dilengkapi dengan fasilitas operasi untuk memastikan pelayanan medis dasar dan penanganan kasus kegawatdaruratan tetap dapat dilakukan selama proses pemulihan fasilitas rumah sakit.

Untuk mendukung sistem rujukan, RSUD Borong yang sebelumnya menjadi bagian dari Program Quick Win dengan target waktu rujukan dua jam, serta RSUD Komodo dengan target rujukan empat jam, disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo apabila membutuhkan pelayanan lebih lanjut.

Kemenkes juga menargetkan dalam waktu dua minggu seluruh puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi setidaknya untuk memberikan pelayanan dasar. Fokus layanan mencakup pelayanan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi agar kebutuhan kesehatan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama masa pemulihan.

"Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTT, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, BNPB, dan Basarnas, untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, memastikan ketersediaan tenaga medis, serta memenuhi kebutuhan obat-obatan, alat kesehatan, dan sarana pendukung lainnya di wilayah terdampak," kata Menkes.

Langkah pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan layanan kesehatan dasar tetap berjalan, sekaligus membangun kembali kapasitas fasilitas kesehatan untuk menghadapi kebutuhan pelayanan yang berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...

Anggaran Dipangkas, Gerak BNPB Terbatas

16 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Anggaran Dipangkas, Gerak B...
Megapolitan
Gubernur DKI: PJJ Jakarta B...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.