Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

HUT ke-81 RI, PGE Perkuat Transisi Energi dan Ketahanan Energi Nasional.

📅 Senin, 17 Agu 2026, 19:45 WIB | Oleh:
HUT ke-81 RI, PGE Perkuat Transisi Energi dan Ketahanan Energi Nasional. Doc: PGE
Ket. HUT ke-81 RI, PGE Perkuat Kedaulatan Energi Indonesia melalui Panas Bumi

Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pemerintah untuk mengakselerasi transisi energi guna memperkuat ketahanan energi dan menjaga kedaulatan energi nasional. Hal ini diwujudkan dengan terus mengoptimalkan potensi energi panas bumi sebagai sumber energi lokal yang bersih dan andal.

Komitmen ini menjadi semakin relevan di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian energi global, di mana panas bumi menjadi salah satu sumber daya strategis yang dapat memperkuat fondasi tersebut. Saat ini, Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW), namun pemanfaatannya masih kurang dari 12 persen. Dari total tersebut, PGE sendiri saat ini memiliki sekitar 3 GW potensi panas bumi di wilayah kerja panas bumi (WKP) Perseroan, dengan kapasitas terpasang yang dioperasikan secara mandiri mencapai 727 megawatt (MW).

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, kedaulatan energi bukan sekadar memenuhi kebutuhan energi. Kedaulatan energi berarti memastikan Indonesia memiliki sumber energi dalam negeri yang andal dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

“Kedaulatan energi dimulai dari kemampuan kita mengandalkan kekuatan sendiri. Indonesia dianugerahi potensi panas bumi yang besar, dan tugas kita adalah mengubah anugerah tersebut menjadi manfaat yang nyata bagi masyarakat. Panas bumi merupakan energi lokal yang dapat beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada bahan bakar impor, serta tidak terpengaruh secara langsung oleh perubahan cuaca. Karena itu, panas bumi bukan hanya penting dalam transisi energi bersih, tetapi juga bagian dari perjalanan Indonesia menuju kedaulatan energi,” ungkap Ahmad Yani.

Komitmen tersebut tercermin dari keandalan operasi PGE yang telah dibangun selama lebih dari empat dekade. Sepanjang semester I-2026, produksi listrik PGE mencapai 2.745 gigawatt-hour (GWh), tumbuh 13,62 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Perseroan juga mencetak availability factor sebesar 99,71 persen dan capacity factor sebesar 90,42 persen, menunjukkan konsistensi panas bumi sebagai sumber energi yang mampu memasok listrik secara stabil.

Namun, kontribusi panas bumi tidak berhenti di angka-angka operasional itu saja. Bukan sekadar menyalurkan listrik berbasis energi bersih ke rumah-rumah masyarakat, panas bumi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan langsung yang telah dirasakan masyarakat di berbagai wilayah kerja PGE. Di Ulubelu, Lampung, misalnya, PGE mengembangkan inovasi Melon Geothermal yang menggabungkan potensi panas bumi dengan transfer pengetahuan kepada petani setempat. Model kolaborasi semacam ini juga diterapkan di Lahendong, di mana PGE bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada mengembangkan pupuk booster Katrili dari silika panas bumi, yang terbukti meningkatkan hasil panen, ketahanan tanaman, sekaligus efisiensi biaya pupuk bagi petani sekitar.

Pendekatan serupa berlanjut di Karaha, melalui program Eco Eduwisata Kampung Kopi yang menghasilkan Pupuk COMBINE berbasis brine panas bumi dan bahan organik lokal. Sementara itu, di Kamojang, PGE bersama petani sejak 2018 mengembangkan Geothermal Dry House yang memanfaatkan uap buangan dari steam trap panas bumi. Teknologi ini menjadi sumber panas alternatif untuk mempercepat pengeringan kopi secara efisien dan ramah lingkungan. Rangkaian inovasi ini membuktikan bahwa manfaat panas bumi dapat berkontribusi positif dalam menggerakkan roda ekonomi lokal.

Perjalanan 100 Tahun Pengembangan Panas Bumi Indonesia.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini juga memiliki makna khusus bagi industri panas bumi nasional yang akan memasuki satu abad, menandai perjalanan panjang pemanfaatan panas bumi di Indonesia. Bagi PGE, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh sekaligus melanjutkannya dengan langkah-langkah pengembangan kapasitas ke depan.

Selain menjaga keandalan operasi, PGE juga terus mengembangkan kapasitas terpasangnya untuk menghadirkan lebih banyak energi bersih dan andal bagi masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah proyek strategis yang tengah dikembangkan antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7–8 & Binary Unit di Sulawesi Utara, dan proyek Gunung Tiga di Lampung.

“Menjelang 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia, kami melihat masa depan dengan optimisme. Jika satu abad terakhir adalah perjalanan untuk membuktikan potensi panas bumi nasional, maka abad berikutnya adalah kesempatan untuk menjadikannya salah satu kekuatan utama Indonesia. PGE akan terus menjaga keandalan, mempercepat pengembangan, dan memperluas manfaat panas bumi agar energi dari bumi Indonesia dapat menjadi energi bagi kemajuan bangsa. Inilah kontribusi kami untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” jelas Ahmad Yani.

Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun. 

Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik, dengan 20 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. PGE juga termasuk perusahaan dengan risiko ESG sangat rendah, yang menempatkannya sebagai peringkat 1 dari 679 perusahaan di Sektor Utilitas Global pada Sustainalytics ESG Risk Rating 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Cuaca Ekstrem Guncang Filip...
Ekonomi
BI Bebaskan MDR QRIS UMKM M...
Luar Negeri
Uni Afrika Tolak Keras Camp...
Megapolitan
Pesta Rakyat HUT ke-81 RI D...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Cuci Gudang Skuad Raksasa! Ini Rekap Transfer Gila-Gilaan La Liga 2026/2027!

Cuci Gudang Skuad Raksasa! Ini Rekap Transfer Gila-Gilaan La Liga 2026/2027!

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.